وَاَنَّ سَعْيَهٗ سَوْفَ يُرٰىۖ
Wa anna sa‘yahū saufa yurā.
bahwa sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),
Semua itu kelak akan diperlihatkan kepadanya sehingga ia dapat berbangga dengan kebaikannya dan malu dengan amal buruknya.
Amal perbuatan seseorang akan diperlihatkan di hari mahsyar sehingga semua orang akan dapat melihatnya. Ini berarti penghormatan bagi orang-orang baik dan penghinaan bagi orang-orang jahat.
وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُو ْنَۗ وَسَتُرَدُّوْن َ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم ْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ ١٠٥
Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (at-Taubah/9: 105)
1. Akdā اَكْدَي (an-Najm/53: 34)
Akdā berasal dari kata kerja kadā-al-kudyatu artinya keras membatu. Akdā berarti kikir yang luar biasa bagaikan batu yang tidak ada yang menetes darinya.
2. Al-Mu'tafikah الْمُؤْتَفِكَة (an-Najm/53: 53)
Al-Mu'tafikah adalah kata jadian dari i'tafaka artinya membalikkan dari benar menjadi salah, dari baik menjadi buruk. Kata dasarnya al-ifku yaitu sesuatu yang berubah keadaannya dari baik menjadi buruk. Kata ini digunakan untuk negeri kaum Lut yang dijungkirbalikkan oleh Allah karena dosa homoseksual mereka.















































