اَلَمْ يَرَوْا اَنَّا جَعَلْنَا الَّيْلَ لِيَسْكُنُوْا فِيْهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًاۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
Alam yarau annā ja‘alnal-laila liyaskunū fīhi wan-nahāra mubṣirā(n), inna fī żālika la'āyātil liqaumiy yu'minūn(a).
Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Kami telah menciptakan malam agar mereka beristirahat padanya dan (menciptakan) siang yang terang-benderang? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum beriman.
Perhatikanlah apa yang dialami manusia setiap hari untuk mendekatkan pemahaman tentang hari kebangkitan. Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Kami telah menjadikan malam agar mereka beristirahat padanya dengan tidur dan menjadikan siang yang menerangi agar mereka dapat bekerja dan mencari nafkah? Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah yang bermanfaat bagi orang-orang yang beriman, antara lain menjadi bukti kuasa-Nya menghidupkan manusia setelah kematiannya.
Setelah menyampaikan berita yang sangat menakutkan tentang kedahsyatan hari Kiamat, maka Allah pada ayat ini mengemukakan dalil-dalil keesaan-Nya, tentang kepastian akan datangnya hari kebangkitan, dan dalil-dalil yang membenarkan Muhammad saw sebagai utusan Allah. Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah adalah adanya malam dan siang yang datang silih berganti. Apakah orang-orang yang mengingkari hari Kiamat itu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menjadikan malam untuk beristirahat dari kesibukan dan kelelahan bekerja pada siang hari, waktu untuk berkumpul dan santai dengan keluarga di rumah masing-masing, dan untuk memulihkan kembali seluruh tenaga dan kekuatan guna melanjutkan tugas pada keesokan harinya. Hari yang terang benderang telah menunggu mereka untuk melanjutkan usaha mencari nafkah bagi diri dan keluarganya.
Tidakkah mereka memikirkan bahwa kesemuanya diatur dan dikemudi-kan oleh Allah Yang Mahakuasa, yang dapat menghidupkan, mematikan, dan membangkitkan mereka setelah mati? Sebagaimana siang dan malam banyak mengandung manfaat dan faedah bagi kehidupan manusia, maka demikian pula diutusnya para rasul itu membawa manfaat yang besar sekali bagi kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat. Sesungguhnya pada kejadian-kejadian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman.
1. Aṣ-Ṣūr اَلصُّوْر (an-Naml/27: 87)
Kata aṣ-ṣūr berarti trompet, berasal dari fi‘il ṣāra-yaṣūru-ṣauran yang berarti berbunyi atau bersuara. Trompet yang dimaksud dalam ayat 87 Surah an-Naml adalah sangkakala yang ditiup ketika menjelang hari Kiamat. Pada peniupan pertama, semua yang hidup akan mati, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Sedangkan pada peniupan kedua, semua manusia akan bangkit dari kubur.
2. Dākhirīn دَاخِرِيْنَ (an-Naml/27: 87)
Kata dākhirin adalah isim fā’il dalam bentuk jama’ yang berarti orang-orang yang merendahkan diri, diambil dari fi’il (kata kerja) dakhira-yadkharu-dakhran, yang berarti kecil, rendah, hina. Makna dākhirīn dalam ayat 87 Surah an-Naml adalah orang-orang yang merendahkan diri datang kepada Allah setelah dibangkitkan/dihidupkan kembali di akhirat.












































