قُلُوْبٌ يَّوْمَىِٕذٍ وَّاجِفَةٌۙ
Qulūbuy yauma'iżiw wājifah(tun).
Hati manusia pada hari itu merasa sangat takut;
Suasana pada hari itu sangat mencekam. Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut, jantung mereka berdegup kencang karena mereka akan dihadapkan ke pengadilan Allah untuk menunggu putusan Allah kepada mereka.
Pada ayat-ayat ini dijelaskan bahwa hati orang-orang kafir pada waktu itu sangat takut setelah mereka menyaksikan sendiri apa yang telah diberitahukan kepada mereka dahulu di dunia. Orang-orang kafir Mekah ketika di dunia bahkan telah diberitahu langsung oleh Nabi Muhammad. Pandangan mereka tertunduk lemas, selalu melihat ke bawah karena rasa takut dan gelisah yang sangat tinggi.
Pada ayat lain digambarkan keadaan orang-orang kafir pada hari Kiamat itu sebagai berikut:
مُهْطِعِي ْنَ مُقْنِعِيْ رُءُوْسِهِمْ لَا يَرْتَدُّ اِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ ۚوَاَفْـِٕدَتُ هُمْ هَوَاۤءٌ ۗ ٤٣
Mereka datang tergesa-gesa (memenuhi panggilan) dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. (Ibrāhīm/14: 43).
1. Ar-Rājifah الرَّاجِفَةُ (an-Nāzi‘āt/79: 6)
Ar-Rājifah artinya yang berguncang hebat. Kata kerjanya rajafa (berguncang hebat). Pada hari Kiamat, bumi dan gunung berguncang dengan hebat sekali sebagaimana dinyatakan dalam Surah al-Muzzammil/73: 14, yauma tarjuful-arḍu wal-jibāl (Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras). Maṣdar atau kata bendanya adalah rajfah (guncangan), seperti dalam Surah al-A‘rāf/7: 78: Fa akhażathumur-rajfatu fa aṣbaḥū fī dārihim jāṡimīn (Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka). Al-Murjifūn adalah orang-orang yang membuat guncangan, yaitu orang yang membuat-buat dan menyebarkan isu-isu yang sangat berbahaya sehingga membuat masyarakat tidak tenang (lihat Surah al-Aḥzāb/33: 60).
2. Wājifah وَاجِفَةٌ (an-Nāzi‘āt/79: 8)
Wājifah artinya yang berlari kencang. Kata kerjanya wajafa (berlari kencang). Dalam Al-Qur’an terdapat kata aujafa (membuat berlari kencang (kuda atau unta, atau kendaraan), seperti dalam ayat (Surah al-Ḥasyr/59: 6). Wājifah (yang berlari kencang) dalam Al-Qur’an digunakan untuk hati (Surah al-Nāzi‘āt/79: 8). Hal itu untuk melukiskan hari Kiamat, bagaimana hebatnya hati berguncang pada hari itu.
















































