وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙ
Wal-jibāla arsāhā.
Gunung-gunung Dia pancangkan dengan kukuh.
Dan di bumi itu gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh agar bumi tidak bergoncang sehingga bisa ditempati dengan nyaman.
Pada ayat ini juga dijelaskan bahwa Allah memancangkan gunung-gunung dengan cara yang teguh sekali laksana tonggak sehingga menjadikan bumi stabil tidak goyah. Allah menerangkan hikmahnya pada ayat berikut ini.
1. Agṭasya اَغْطَشَ (an-Nāzi‘āt/79: 29)
Agṭasya artinya membuat menjadi gelap. Allah berfirman dalam Surah an-Nāzi‘āt/79: 29: Agṭasya lailahā wa akhraja ḍuḥāhā (dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang). Dalam bahasa Arab terdapat kata al-agṭasy yaitu orang yang lemah penglihatannya sehingga segalanya terlihat gelap.
2. Daḥāhā دَحٰهَا (an-Nāzi‘āt/79: 30)
Daḥāhā artinya menghamparkan. Dalam Surah an-Nāzi‘āt/29: 30 dinyatakan bahwa bumi ini dihamparkan oleh Allah, artinya didatarkan-Nya dan diberi-Nya kelengkapan-kelengkapan kehidupan sehingga siap huni. Itu setelah sebelumnya bumi ini diciptakan-Nya secara “kasar” sehingga belum layak huni. Setelah itu, Allah naik untuk menciptakan langit, dan kemudian turun lagi untuk “menghaluskan” bumi itu untuk layak huni.
















































