وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ
Wa ammā man khāfa maqāma rabbihī wa nahan-nafsa ‘anil-hawā.
Adapun orang-orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dengan melakukan amal saleh dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya dengan menaati ajaran agama,
Sebaliknya ditegaskan pula bahwa orang-orang yang takut dan mengadakan persiapan karena memandang kebesaran Tuhannya serta menahan diri dari ajakan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat kediamannya yang kekal dan abadi. Alangkah beruntung mereka memperoleh bagian seperti itu.
aṭ-Ṭāmmatul-Kubrā اَلطَّامَّةُ الْكُبْرَى (an-Nāzi‘āt/79: 34)
Aṭ-Ṭāmmatul-Kubrā artinya malapetaka yang paling besar. Berasal dari fi‘il ṭamma-yaṭummu-ṭamman wa ṭumūman yang mempunyai lebih dari satu arti yaitu: mengisi, memotong, menggunting. ṭammal-mā’ artinya air itu melimpah, ṭammal-amr artinya perkara itu besar. aṭ-Ṭāmmah juga berarti ad-dāhiyah yaitu bencana besar. Juga berarti hari Kiamat. Sedangkan al-kubrā adalah bentuk mu’annaṡ (feminim) dari isim tafḍīl al-akbar, artinya lebih besar, paling besar. Jadi aṭ-ṭāmmatul-kubrā artinya bencana atau malapetaka yang sangat besar atau paling besar, yaitu hari Kiamat. Ayat 34 memang menerangkan apabila hari Kiamat yang merupakan malapetaka yang sangat besar itu datang, neraka Jahanam akan diperlihatkan dan manusia akan teringat akan segala yang diperbuatnya di dunia. Pada ayat lain yaitu Surah al-Ḥajj/22: 2 digambarkan bahwa pada hari Kiamat itu ibu yang sedang hamil langsung keguguran, semua orang menjadi seperti mabuk padahal mereka tidak mabuk. Demikian dahsyat peristiwa hari Kiamat.










































