يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ مَا سَعٰىۙ
Yauma yatażakkarul-insānu mā sa‘ā.
pada hari (itu) manusia teringat apa yang telah dikerjakannya
yaitu pada hari ketika manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, yang selama ini mereka lupakan, baik berupa amal baik maupun buruk.
Pada hari Kiamat, manusia akan teringat kepada apa yang telah dikerjakannya ketika hidup di dunia, karena amal-amalnya tercatat dalam sebuah kitab yang lengkap berisi rekaman-rekaman dari ucapan dan perbuatannya sejak mulai balig sampai mati.
Neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang, baik mukmin maupun kafir.
aṭ-Ṭāmmatul-Kubrā اَلطَّامَّةُ الْكُبْرَى (an-Nāzi‘āt/79: 34)
Aṭ-Ṭāmmatul-Kubrā artinya malapetaka yang paling besar. Berasal dari fi‘il ṭamma-yaṭummu-ṭamman wa ṭumūman yang mempunyai lebih dari satu arti yaitu: mengisi, memotong, menggunting. ṭammal-mā’ artinya air itu melimpah, ṭammal-amr artinya perkara itu besar. aṭ-Ṭāmmah juga berarti ad-dāhiyah yaitu bencana besar. Juga berarti hari Kiamat. Sedangkan al-kubrā adalah bentuk mu’annaṡ (feminim) dari isim tafḍīl al-akbar, artinya lebih besar, paling besar. Jadi aṭ-ṭāmmatul-kubrā artinya bencana atau malapetaka yang sangat besar atau paling besar, yaitu hari Kiamat. Ayat 34 memang menerangkan apabila hari Kiamat yang merupakan malapetaka yang sangat besar itu datang, neraka Jahanam akan diperlihatkan dan manusia akan teringat akan segala yang diperbuatnya di dunia. Pada ayat lain yaitu Surah al-Ḥajj/22: 2 digambarkan bahwa pada hari Kiamat itu ibu yang sedang hamil langsung keguguran, semua orang menjadi seperti mabuk padahal mereka tidak mabuk. Demikian dahsyat peristiwa hari Kiamat.













































