Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 85 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 85 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 91 •  Quarter Hizb 9.75 •  Juz 5 •  Manzil 1 • Madaniyah

مَنْ يَّشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَّكُنْ لَّهٗ نَصِيْبٌ مِّنْهَا ۚ وَمَنْ يَّشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَّكُنْ لَّهٗ كِفْلٌ مِّنْهَا ۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ مُّقِيْتًا

May yasyfa‘ syafā‘atan ḥasanatay yakul lahū naṣībum minhā, wa may yasyfa‘ syafā‘atan sayyi'atay yakul lahū kiflum minhā, wa kānallāhu ‘alā kulli syai'im muqītā(n).

Siapa yang memberi pertolongan yang baik niscaya akan memperoleh bagian (pahala) darinya. Siapa yang memberi pertolongan yang buruk niscaya akan menanggung bagian (dosa) darinya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Makna Surat An-Nisa' Ayat 85
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Barang siapa memberi pertolongan, kapan pun dan di mana pun, dengan sebuah pertolongan yang baik, niscaya dia akan memperoleh bagian pahala dari pahala orang yang mengerjakan-nya. Dan barang siapa memberi pertolongan dengan sebuah pertolongan yang buruk, niscaya dia akan memikul bagian dosa dari dosa orang yang mengerjakannya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Syafaat ialah bantuan seseorang kepada orang lain dalam suatu hal. Syafaat berbentuk dua macam: pertama, yang berbentuk kebajikan yaitu yang dipandang baik oleh agama, dan kedua, berbentuk kejahatan yaitu yang dipandang buruk oleh agama.

Orang yang melakukan syafaat berbentuk kebajikan umpamanya menolong atau menganjurkan kepada orang lain melakukan perbuatan baik, seperti mendirikan madrasah, mesjid dan sebagainya, orang yang menganjurkan akan mendapat ganjaran dari perbuatan orang yang mengikuti anjurannya tersebut seolah-olah ia sendiri yang berbuat. Demikian juga orang yang melakukan syafaat berbentuk kejahatan umpamanya membantu orang yang melakukan pekerjaan jahat seperti berjudi, berzina dan lari dari perang sabil. Ia akan mendapat bagian ganjaran dari perbuatan tersebut seolah-olah ia berserikat dalam pekerjaan itu.

Suatu perbuatan tidak lepas dari bentuk sebab dan akibat. Maka orang yang menjadi sebab terwujudnya kebaikan atau menjadi sebab terwujudnya kejahatan tidak akan luput dari menerima ganjaran Allah. Allah sanggup menentukan segala sesuatu. Karena itu orang yang berbuat baik tidak akan berkurang pahalanya, karena Allah memberi ganjaran pula kepada penganjurnya, karena Allah Mahaadil, Allah memberi balasan berupa hukuman terhadap orang yang menjadi sebab sesatnya orang lain.

Isi Kandungan Kosakata

Taḥiyyah تَحِيَّةْ (an-Nisā’/4: 86)

Secara etimologis, taḥiyyah berarti menghormati atau penghormatan. Taḥiyyah masdar dari ḥayya. Akar katanya ḥayat yang artinya kehidupan. Sebelum Islam, orang Arab menyapa temannya dengan perkataan ḥayyākallāh, artinya mudah-mudahan Allah memberimu keselamatan. Kata ini mengandung doa sehingga setiap penghormatan (taḥiyyah) dianggap doa, karena taḥiyyah bisa menjadi sebab kehidupan baik di dunia dan di akhirat, misalnya التحيّات لله yang dibaca ketika tasyahhud. Setelah Islam datang, ucapan penghormatan ini diganti dengan assalāmu’alaikum. Ucapan pengganti ini lebih sempurna, karena kehidupan yang tidak dibarengi keselamatan tidak berarti apa-apa. Taḥiyyah merupakan praktik ber-masyarakat yang sangat mulia dan dianjurkan oleh Islam. Karena, taḥiyyah menunjukkan sikap saling menghargai di antara sesama. Malah, karena pentingnya sikap saling menghormati itu, Islam mewajibkan kepada kita untuk menjawab taḥiyyah yang diberikan orang lain, dengan taḥiyyah yang lebih bagus atau minimal sepadan. Dalam Islam, salah satu cara untuk memberikan taḥiyyah adalah mengucapkan salam, "assalāmu ‘alaikum."

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto