وَّاِذًا لَّاٰتَيْنٰهُمْ مِّنْ لَّدُنَّآ اَجْرًا عَظِيْمًاۙ
Wa iżal la'ātaināhum mil ladunnā ajran ‘aẓīmā(n).
Jika demikian (halnya), pasti Kami anugerahkan kepada mereka dari sisi Kami pahala yang sangat besar
pabila mereka meksanakan perintah dan pengajaran yang diberikan oleh Allah dan Rasul itu, dan dengan demikian, pasti Kami berikan kepada mereka anugerah yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya, serta pahala yang besar dari sisi Kami.
Kemudian dijelaskan bahwa kalau mereka berbuat kebaikan dan mematuhi segala perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya serta beramal dengan penuh ikhlas, niscaya Allah akan memberikan kepada mereka pahala yang besar dan akan memimpin mereka ke jalan yang lurus yang dapat membawa kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.
Ajr اَجْر(an-Nisā’/4: 67)
Secara harfiah, lafal ajr berasal dari ajara yang berarti memberi upah untuk suatu perbuatan atau pahala, dan bentuk jamaknya ujūr. Di dalam Al-Qur’an, lafal ajr memiliki dua makna pokok. Pertama, lafal ajr berarti surga, sebagaimana di dalam firman Allah, “Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia (surga)” (Yāsīn/36:11) Kedua, lafal ajr berarti mahar untuk istri, sebagaimana di dalam firman Allah, “Maka karena kenikmatan yang telah kamu dapatkan dari mereka, berikanlah mas kawinnya kepada mereka sebagai suatu kewajiban.” (an-Nisā’/4:24) Kedua makna inilah yang paling banyak digunakan di dalam Al-Qur’an.



































