Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 96 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 96 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 94 •  Quarter Hizb 10 •  Juz 5 •  Manzil 1 • Madaniyah

دَرَجٰتٍ مِّنْهُ وَمَغْفِرَةً وَّرَحْمَةً ۗوَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ࣖ

Darajātim minhu wa magfirataw wa raḥmah(tan), wa kānallāhu gafūrar raḥīmā(n).

(Yaitu,) beberapa derajat dari-Nya, serta ampunan dan rahmat. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Makna Surat An-Nisa' Ayat 96
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Tidaklah sama derajat yang diperoleh antara orang beriman yang duduk, yakni yang tidak turut berperang tanpa mempunyai uzur atau halangan, yakni alasan yang dibenarkan agama, dan orang yang berjihad menegakkan agama-Nya di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk, tidak ikut berperang tanpa halangan yang dibenarkan agama dengan kelebihan satu derajat. Kepada masing-masing dari dua kelompok tadi, Allah menjanjikan pahala yang baik berupa surga, dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad, baik dengan harta atau dengan jiwa saja atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, yaitu beberapa derajat yang didapatnya daripada-Nya, serta ampunan atas dosa-dosa mereka dan rahmat yang selalu tercurah kepada mereka. Allah Maha Pengampun atas dosa-dosa mereka, Maha Penyayang dengan curahan rahmat-Nya kepada mereka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini merupakan lanjutan dan keterangan bagi ayat yang lalu, karena akhir ayat yang lalu menyebutkan bahwa Allah akan memberikan pahala yang lebih besar kepada mereka yang berjihad, tetapi belum dijelaskan apa wujud pahala yang besar itu. Maka ayat ini menjelaskan bahwa pahala yang paling besar ialah: keunggulan martabat mereka beberapa derajat di sisi Allah Yang Maha Pengampun serta ampunan dan rahmat-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

Uli aḍ-ḍarar اُولِى اَلضَّرَرْ (an-Nisā’/4: 95)

Aḍ-ḍarar adalah masdar dari kata ḍarīra, artinya sakit atau cacat tubuh seperti buta, pincang dan sebagainya, biasanya digunakan untuk cacat mata sehingga orang buta disebut ḍarīr (ضرير ). Dalam konteks ayat ini, uli aḍ-ḍarar atau orang yang sakit dan cacat dikecualikan dari kewajiban berjihad karena kecacatan mereka. Mereka tidak dicela atau berkurang derajatnya di sisi Allah, jika mereka tidak ikut maju ke medan perang. Berbeda dengan orang yang sehat fisiknya, berjihad wajib hukumnya atas mereka. Ayat ini menerangkan bahwa tingkat derajat seorang mukmin sesuai dengan tingkat perjuangannya di jalan Allah. Orang yang tinggal diam tanpa sebab tidak sama derajatnya dengan orang yang berjuang (berjihad) di jalan Allah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto