وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖ وَلَمْ يُفَرِّقُوْا بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْهُمْ اُولٰۤىِٕكَ سَوْفَ يُؤْتِيْهِمْ اُجُوْرَهُمْ ۗوَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ࣖ
Wal-lażīna āmanū billāhi wa rusulihī wa lam yufarriqū baina aḥadim minhum ulā'ika saufa nu'tīhim ujūrahum, wa kānallāhu gafūrar raḥīmā(n).
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka (para rasul), kelak Allah akan memberikan pahala kepada mereka. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Adapun orang-orang yang beriman dengan sesungguhnya kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, para rasul-rasul itu, kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada mereka sesuai dengan amalnya. Allah Maha Pengampun terhadap dosa-dosa hamba-Nya, lagi Maha Penyayang dengan mencurahkan rahmat-Nya yang tidak terkira kepada orang-orang yang beriman.
Ayat ini menjelaskan perkara iman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dengan tidak membeda-bedakan di antara rasul-rasul itu, terutama kepada Nabi yang terakhir, Muhammad saw.
Allah telah mengutus beberapa rasul sejak dahulu disertai petunjuk yang benar dan menutup rangkaian rasul dengan kedatangan Muhammad yang membawa kitab Al-Qur’an sebagai peraturan agama terakhir yang harus ditaati oleh seluruh umat manusia. Bagi orang yang percaya kepada kerasulannya kelak akan disediakan pahala yang besar sesuai dengan keimanan dengan disertai amal saleh. Allah Maha Pengampun terhadap kesalahan orang yang benar-benar beriman dan Maha Penyayang kepada sekalian hamba-Nya dengan memberi petunjuk kepada jalan yang lurus dengan perantaraan rasul-rasul-Nya.
Yufarriqū يُفَرِّقُوْا (an-Nisā/4:150)
Yufarriqū artinya “mereka membeda-bedakan”. Pada ayat 150 Allah menjelaskan sikap orang-orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka menampakkan keimanan kepada Allah tetapi mengingkari kerasulan Muhammad. Sikap ini bertentangan dengan perintah untuk menaati Allah dan Rasul-Nya sehingga mereka diazab. Sedangkan pada ayat 152 ini Allah menerangkan tentang orang yang beriman kepada Allah dan kepada para rasul Allah, tanpa membeda-bedakan seorang pun di antara rasul-rasul Allah tersebut, terutama kepada Nabi dan Rasul terakhir yaitu Muhammad saw. Terhadap mereka ini Allah menjanjikan akan memberikan pahala dan mengampuni dosa-dosa yang telah mereka lakukan. Hal ini juga diterangkan dalam Surah al-Baqarah/2:285, bahwa Nabi Muhammad saw dan orang-orang mukmin wajib beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi terakhir yang berisi antara lain informasi tentang nabi-nabi sebelumnya. Demikian pula dalam kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s. dan dalam kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa, dalam kedua kitab tersebut telah diinformasikan akan datangnya Nabi Muhammad saw. Maka jika orang Yahudi betul-betul beriman dan mengikuti Taurat dan orang Nasrani betul-betul beriman dan mengikuti kitab Injil, tentulah mereka beriman kepada Nabi Muhammad saw.












































