Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 154 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 154 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 102 •  Quarter Hizb 11 •  Juz 6 •  Manzil 1 • Madaniyah

وَرَفَعْنَا فَوْقَهُمُ الطُّوْرَ بِمِيْثَاقِهِمْ وَقُلْنَا لَهُمُ ادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَّقُلْنَا لَهُمْ لَا تَعْدُوْا فِى السَّبْتِ وَاَخَذْنَا مِنْهُمْ مِّيْثَاقًا غَلِيْظًا

Wa rafa‘nā fauqahumuṭ ṭūra bimīṡāqihim wa qulnā lahumudkhulul-bāba sujjadaw wa qulnā lahum lā ta‘dū fis-sabti wa akhażnā minhum mīṡāqan galīẓā(n).

Kami pun telah mengangkat gunung (Sinai) di atas mereka untuk (menguatkan) perjanjian mereka.182) Kami perintahkan kepada mereka, “Masukilah pintu gerbang (Baitulmaqdis) itu sambil bersujud”. Kami perintahkan pula kepada mereka, “Janganlah melanggar (peraturan) pada hari Sabat.” Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh.

Makna Surat An-Nisa' Ayat 154
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan Kami angkat gunung, yaitu gunung Sinai, sehingga tampak seperti awan di atas kepala mereka untuk menguatkan agar mereka menepati perjanjian mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka, “Masukilah pintu gerbang Baitulmakdis itu sambil bersujud,” dan Kami perintahkan pula kepada mereka, “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabat,” yaitu menjadikan hari Sabat untuk beribadah kepada Allah dan tidak memancing pada hari itu. Akan tetapi, mereka mengabaikan perintah itu. Dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh, yaitu perjanjian bahwa mereka akan menaati hukum Allah yang termaktub di dalam kitab Taurat.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini mengungkapkan keburukan perbuatan orang-orang Yahudi, yaitu ketika mereka telah mengingkari perjanjian dengan Allah agar patuh mengamalkan kitab Taurat, maka Allah mengangkat Gunung Sinai ke atas mereka sehingga kelihatan seperti awan hitam yang akan menimpa diri mereka. Semula mereka enggan menerima perjanjian itu dengan sepenuh hati. Kemudian Allah memerintahkan pula kepada mereka untuk memasuki pintu gerbang Baitulmakdis, sambil menundukkan kepala dan merendahkan diri sebagai rasa syukur akan nikmat pemberian Allah, serta memohon ampunan atas segala kesalahan mereka pada masa yang lampau.

Kemudian Allah memerintahkan pula kepada mereka supaya jangan melanggar peraturan mengenai hari Sabat seperti larangan menangkap ikan dan sebagainya. Larangan itu mereka langgar, sehingga mereka pada hari Sabat ramai-ramai pergi menangkap ikan dan tidak mau masuk Baitulmakdis. Akibat perbuatan buruk mereka itu, Allah menurunkan siksaan pada mereka seperti dalam firman Allah:

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِيْنَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِى السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خٰسِـِٕيْنَ ٦٥

Dan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat, lalu Kami katakan kepada mereka, ”Jadilah kamu kera yang hina!” (al-Baqarah/2:65).

Mereka melakukan helah untuk memasang perangkap pada hari Jumat, dan mengambilnya pada hari Minggu. Allah telah mengambil perjanjian dari mereka, yaitu akan mengamalkan isi kitab Taurat dengan bersungguh-sungguh dan menegakkan hukum-hukum Allah dan tidak akan melanggarnya sedikit pun, dan tidak akan menyembunyikan berita tentang kedatangan Nabi Isa dan Nabi Muhammad saw. Jika setelah itu mereka masih melanggar janji, Allah akan menurunkan kepada mereka siksaan yang lebih hebat lagi.

Isi Kandungan Kosakata

aṭ-Ṭūr اَلطُّوْرِ(an-Nis /4: 153)

Aṭ-ṭūr artinya “bukit atau gunung,” yang dimaksud di sini yaitu “Gunung Sinai,” tempat Nabi Musa menerima wahyu dari Allah. Diangkatnya Gunung Sinai ke atas kepala mereka seperti akan jatuh menimpa mereka, dalam rangka mengingatkan perjanjian mereka untuk masuk ke pintu gerbang Baitulmakdis dan tidak melanggar larangan menangkap ikan pada hari Sabat (Sabtu). Orang Yahudi sudah berjanji akan menaati perjanjian tersebut tetapi ternyata mereka melanggarnya. Gunung Sinai adalah tempat bersejarah bagi Nabi Musa a.s. seperti Baitulmakdis bagi Nabi Isa a.s. dan Mekah Almukarramah bagi Nabi Muhammad saw., sebagaimana disebutkan dalam Surah at-Tīn/95:1-3, yang kemudian menjelaskan tentang manusia sebagai makhluk yang mulia dan diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Tetapi jika tidak beriman dan beramal saleh maka akan ditempatkan pada tempat yang serendah-rendahnya yaitu di neraka. Sebuah surah dalam Al-Qur’an yaitu Surah ke-52 juga bernama aṭ-Ṭūr yang dimulai dengan sebuah qasam atau sumpah yang artinya “demi gunung”, yang dimaksud dalam ayat itu juga Gunung Sinai.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto