Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 98 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 98 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 94 •  Quarter Hizb 10 •  Juz 5 •  Manzil 1 • Madaniyah

اِلَّا الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاۤءِ وَالْوِلْدَانِ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ حِيْلَةً وَّلَا يَهْتَدُوْنَ سَبِيْلًاۙ

Illal-mustaḍ‘afīna minar-rijāli wan-nisā'i wal-wildāni lā yastaṭī‘ūna ḥīlataw wa lā yahtadūna sabīlā(n).

Kecuali, mereka yang tertindas dari (kalangan) laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tidak berdaya dan tidak mengetahui jalan (untuk berhijrah).

Makna Surat An-Nisa' Ayat 98
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kecuali mereka yang tertindas, yang sangat lemah, baik laki-laki atau perempuan dan anak-anak yang karenanya mereka tidak berdaya dan tidak pula mengetahui jalan untuk berhijrah, maka mereka itu adalah orang-orang yang mudah-mudahan Allah memaafkan mereka karena ketidakmampuan mereka untuk berhijrah, bukan karena pilihan dan kemauan mereka sendiri. Allah senantiasa Maha Pemaaf atas segala kesalahan mereka, dan Maha Pengampun atas segala dosa mereka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kemudian dalam ayat ini Allah swt mengecualikan golongan orang yang tertindas, baik laki-laki atau perempuan, seperti ‘Iyasy bin Abi Rabi’ah dan Salamah bin Hisyam, Ummul Fadli dan Ummu Abdillah bin Abbas, dan anak-anak seperti Abdullah bin Abbas dan lain-lain. Mereka ini tidaklah dipandang menganiaya diri dan tidaklah dipandang berdosa karena mereka meninggalkan kewajiban hijrah. Mereka ini adalah orang-orang yang benar-benar ditindas karena mereka tidak mempunyai kemampuan untuk keluar dari Mekah.

Mereka tidak mempunyai daya upaya, perbekalan dan nafkah untuk hijrah. Mereka tidak mengetahui jalan keluar dari kesulitan itu. Faktor ketuaan, sakit, kemiskinan dan juga tidak tahu jalan menuju Medinah adalah termasuk alasan-alasan yang dapat diterima.

Isi Kandungan Kosakata

Ḥīlahحِيْلَةٌ (an-Nisā’/4: 98)

Asal kata ḥīlah adalah al-ḥaul tetapi huruf waw diganti menjadi ya, karena huruf sebelumnya kasrah. Ḥaul artinya kekuatan fisik, potensi jiwa atau akal dan harta. Sedangkan al-ḥīlah adalah mencapai satu tujuan dengan tiga kekuatan tersebut secara sembunyi-sembunyi, biasanya digunakan oleh manusia untuk hal-hal yang jelek, meskipun kadang-kadang juga digunakan untuk sesuatu yang ditujukan untuk perbuatan yang mengandung hikmah. Misalnya pada tipu daya yang bukan ditujukan untuk perbuatan yang tercela. Pada ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang lemah yang tidak ada daya untuk keluar dari kota Mekah untuk hijrah ke Medinah, baik karena sakit, cacat, miskin, atau karena orang Mekah mencegah mereka keluar dari Mekah, mudah-mudahan mereka diampuni oleh Allah karena ketidakberdayaan mereka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto