Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 48 - Surat An-Nūr (Cahaya)
النّور
Ayat 48 / 64 •  Surat 24 / 114 •  Halaman 356 •  Quarter Hizb 36.25 •  Juz 18 •  Manzil 4 • Madaniyah

وَاِذَا دُعُوْٓا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ اِذَا فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ مُّعْرِضُوْنَ

Wa iżā du‘ū ilallāhi wa rasūlihī liyaḥkuma bainahum iżā farīqum minhum mu‘riḍūn(a).

Apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar ia (Rasul) memutuskan perkara di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka berpaling.

Makna Surat An-Nur Ayat 48
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Demikianlah perilaku kaum munafik. Dan apabila mereka diajak oleh siapa pun kepada tuntunan dan hukum Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan perkara di antara mereka, yaitu mengadili perselisihan di antara mereka, maka tiba-tiba dan tanpa berpikir panjang sebagian dari mereka menolak menerima hukum yang ditetapkan oleh Rasulullah jika itu merugikan mereka. Akan tetapi, jika kebenaran itu di pihak mereka dan mendatangkan keuntungan, mereka akan datang kepada Rasulullah dengan patuh dan sangat gembira.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Di antara sifat-sifat orang-orang munafik itu, bila mereka dipanggil untuk menerima ketetapan Allah dan Rasul-Nya mereka berpaling tak mau menerima ketetapan itu. Mereka lebih senang menerima ketetapan siapa pun selain Allah dan Rasul-Nya asal saja ketetapan itu menguntungkan mereka. Mereka tegas-tegas menolak ketetapan Allah dan Rasul-Nya walaupun ketetapan itu nyata-nyata berdasarkan keadilan dan kebenaran dan dikuatkan pula oleh bukti-bukti yang jelas. Dalam ayat lain Allah berfirman menjelaskan sifat orang munafik itu.

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يَزْعُمُوْنَ اَنَّهُمْ اٰمَنُوْا بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يَّتَحَاكَمُوْ ٓا اِلَى الطَّاغُوْتِ وَقَدْ اُمِرُوْٓا اَنْ يَّكْفُرُوْا بِهٖ ۗوَيُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّضِلَّهُمْ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا ٦٠ وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا اِلٰى مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَاِلَى الرَّسُوْلِ رَاَيْتَ الْمُنٰفِقِيْن َ يَصُدُّوْنَ عَنْكَ صُدُوْدًاۚ ٦١

Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada Tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Tagut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya. Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,” (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu. (an-Nisā’/4: 60-61)

Isi Kandungan Kosakata

1. Mu’riḍūn مُعْرِضُوْنَ (an-Nūr/24:48)

Lafal mu’riḍūn merupakan bentuk jamak dari lafal mu’riḍ, terambil dari kata ‘araḍa yang merupakan antonim dari lafal ṭūl (panjang) yang berarti lebar. Awalnya lafal ini digunakan pada jism kemudian dijadikan ungkapan untuk selain jism. ‘Araḍa memiliki makna yang banyak, di antaranya adalah mengemukakan, memamerkan atau mendemonstrasikan, seperti firman Allah QS 2:31 “ṡumma ‘araḍahum ‘ala al-malāikah” (kemudian Adam mengemukakan kepada para malaikat). ‘Araḍa juga diartikan dengan barang-barang kenikmatan duniawi yang bersifat fana (al-Anfāl/8:67). ‘Araḍa juga diartikan dengan awan seperti yang disebutkan dalam al-Aḥqāf/46:24. Al-’Urḍah adalah penghalang (al-Baqarah/2:224). Ba’īr ‘urḍah berarti unta itu menjadi penghalang dalam perjalanan. A’raḍa juga berarti berpaling, menghindar, menolak atau membuang. Dalam ayat ini, dijelaskan mengenai sifat orang-orang munafik dalam bertahkim kepada Rasul. Sikap mereka adalah tatkala mereka dipanggil untuk datang agar Rasul mengadili di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang bahkan mereka lebih senang bertahkim kepada selain Allah dan Rasul-Nya.

2. Muẓ’inūn مُذْعِنِيْنَ (an-Nūr/24: 49)

Secara etimologis, muẓ’inūn berarti patuh. Dalam konteks ayat di atas, Allah menjelaskan sikap orang-orang munafik yang menolak kebenaran dakwah Rasulullah. Kendati mereka mengaku beriman, mereka tetap saja berpaling dari putusan Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kebenaran ada di pihak mereka, mereka akan datang kepada Rasulullah dengan patuh.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto