فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ
Fīhinna qāṣirātuṭ-ṭarf(i), lam yaṭmiṡhunna insun qablahum wa lā jānn(un).
Di dalamnya ada (bidadari) yang membatasi pandangan (hanya untuk pasangannya) yang tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak (pula) oleh jin.
Tidak saja buah-buahan, di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menjadi pasangan para pria penghuni surga, dan bagi wanita ada pula pasangannya, yang amat santun sehingga membatasi pandangan dan tidak menoleh kecuali kepada pasangannya. Mereka itu perawan yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya.
Dalam ayat ini diterangkan bahwa di dalam surga ada bidadari-bidadari sopan yang menundukkan pandangannya, tidak mau memandang orang lain selain suaminya; tak akan ada manusia lebih baik dari mereka. Mereka masih gadis, perawan yang tidak pernah disentuh oleh manusia atau pun jin, sebelum penghuni-penghuni surga yang masuk ke dalamnya menjadi suami mereka. Kalau demikian, maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
1. Żawātā Afnān ذَوَاتَا أَفْنَان (ar-Raḥmān/55: 48)
Kata żawātā afnān terdiri dari dua kata, yaitu żawātā dan afnān. Yang pertama (żawāt) merupakan bentuk jamak dari żāt, yang artinya mempunyai. Sedang yang kedua (afnān) merupakan bentuk jamak dari fanan, yang artinya dahan yang lurus dan panjang. Istilah ini disebut pada ayat tersebut untuk menggambarkan bahwa pohon-pohon yang terdapat di surga adalah yang berdahan lurus dan panjang serta banyak daunnya, sehingga menjadikannya sebagai pepohonan yang rimbun dan rindang, serta enak dipandang. Penyebutan kata ini untuk menunjukkan keindahan dan banyaknya manfaat yang dapat ditemukan pada pohon-pohon surgawi itu.
2. Lam Yaṭmiṡhunna لَمْ يَطْمِثْهُنَّ (ar-Raḥmān/55: 56)
Kata yaṭmiṡ berakar kata aṭ-ṭamṡ. Akar kata yang terdiri dari (ṭā'-mīm-ṡā') mengandung arti sentuhan. Jika dikaitkan dengan hubungan antara lelaki dan perempuan maka artinya hubungan badan. Memecah keperawanan seorang perempuan yang akhirnya mengeluarkan darah juga disebut aṭ-ṭamṡ. Keluarnya darah haid juga disebut aṭ-ṭamṡ. Seorang perempuan yang haid disebut juga aṭ-ṭāmiṡ. Dari seluruh rangkaian arti diatas bisa dirangkum pengertian bahwa perempuan surga adalah perempuan yang masih asli, masih perawan, yang belum pernah ada orang yang menyentuh dan menggauli mereka.










































