Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 76 - Surat Ar-Raḥmān (Yang Maha Pengasih)
الرّحمٰن
Ayat 76 / 78 •  Surat 55 / 114 •  Halaman 534 •  Quarter Hizb 54 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَّعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍۚ

Muttaki'īna ‘alā rafrafin khuḍriw wa ‘abqariyyin ḥisān(in).

Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

Makna Surat Ar-Rahman Ayat 76
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mereka, para bidadari, bersandar pada bantal-bantal empuk yang berwarna hijau dan permadani-permadani yang indah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini mengungkapkan bahwa penghuni-penghuni surga itu duduk santai di atas bantal-bantal yang hijau, besar-besar dan permadani-permadani yang indah-indah, indah rupanya dan indah tenunannya, dan di sebelah dalamnya terbuat dari sutra. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang didustakan oleh jin dan manusia?

Isi Kandungan Kosakata

1. Mudhāmmatāni مُدْهَامَّتَان ِ (ar-Raḥmān/55: 64)

Kata mudhāmmatāni merupakan bentuk dua (muṡanna) dari kata mudhāmmah. Kata ini sendiri terambil dari ad-duhmah, yang pada awalnya diartikan sebagai gelapnya malam. Selain itu, kata ini juga diberi makna sebagai hijau tua yang pekat sehingga sangat dekat dengan warna hitam. Kata mudhāmmatāni dipergunakan untuk memberikan sifat kepada banyak-nya pepo-honan yang sangat rimbun dengan dedaunan di surga. Karena itu suasana surga tampak menghijau pekat.

2. Naḍḍākhatāni نَضَّاخَتَانِ (ar-Raḥmān/55: 66)

Kata naḍḍākhatān merupakan bentuk dua (muṡanna) dari naḍḍākhah, yang artinya yang memancar. Kata ini dipergunakan untuk menggambarkan adanya dua mata air di surga yang selalu memancarkan air. Surga yang dipenuhi dengan pepohonan yang rimbun dengan dedaunan, ditambah adanya mata air yang selalu memancarkan air, merupakan pemandangan yang sangat indah dan tiada taranya. Keadaan seperti ini yang akan ditemukan oleh mereka yang mendapat balasan surga.

3.‘Abqariyy عَبْقَرِيّ (ar-Raḥmān/55: 76)

Kata ‘abqariyy berasal dari kata ‘abqar. Yang artinya sesuatu yang luar biasa. Pada masa dahulu, kata ‘abqar diartikan sebagai tempat permukiman para jin. Bangsa Arab pada masa itu juga mempercayai bahwa semua yang indah-indah atau yang tidak mampu dilakukan manusia adalah hasil karya jin. Dari kebiasaan ini, selanjutnya muncul pengertian bahwa segala sesuatu yang mencapai puncak keindahan dan keistimewaan disebut ‘abqariy. Orang jenius disebut ‘abqariy, karena ia memiliki kemampuan akal atau kecerdasan yang luar biasa. Kata ini disebut dalam ayat untuk menggambarkan keindahan surga dan isinya yang luar biasa.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto