سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Sabbaḥa lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), wa huwal-‘azīzul-ḥakīm(u).
Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Apa yang ada di langit, bintang, bulan, matahari, dan seluruh planet; dan apa yang ada di bumi, hewan dan tetumbuhan bertasbih kepada Allah, mengakui dan menyatakan kemahasucian Allah yang berbeda dengan seluruh makhluk ciptaan-Nya; dan Dialah Yang Mahaperkasa menciptakan dan menghancurkan jagat raya sekejap mata; Mahabijaksana, tidak terburu menggunakan kekuasaan-Nya yang tiada terbatas untuk menghancurkan jagat raya atau menghukum manusia yang berdosa.
Segala apa yang di langit dan bumi mengakui bahwa hanyalah Allah yang berhak disembah tidak ada yang lain, Dialah yang menciptakan, menguasai, menjaga kelangsungan hidup, serta menentukan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.
Allah mempunyai sifat-sifat yang sempurna, dan semua makhluk tunduk di bawah kehendak-Nya. Dia menciptakan segala sesuatu sesuai dengan maksud dan tujuan yang Dia kehendaki, serta sesuai pula dengan kegunaannya.
1. Maqtan مَقْتًا (aṣ-Ṣaff/61: 3)
Maqt artinya marah yang amat sangat dari Allah. Perbuatan yang sangat dimarahi-Nya itu adalah zina dan ucapan yang tidak diusahakan pelaksanaannya dengan perbuatan.
2. Ṣaffan صَفًّا (aṣ-Ṣaff /61: 4)
Ṣaff artinya barisan. Dalam Surah aṣ-Ṣaff/61: 4, Allah menyatakan bahwa Dia sangat menyukai umat Islam bersatu padu dalam sebuah barisan yang kukuh seperti bangunan kuat. Dalam Al-Qur’an terdapat kata-kata lain yang berakar pada kata ini, seperti aṣ-ṣāffūna dan aṣ-ṣāff yaitu rombongan para malaikat yang selalu dalam posisi berbaris artinya teratur rapi dan disiplin dalam melaksanakan tugasnya. Aṣ-ṣawwāf artinya unta-unta kurban yang disembelih dalam keadaan berdiri, dan maṣfūfah yaitu tersusun rapinya tempat-tempat tidur atau gelas-gelas di dalam surga.
















































