Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 96 - Surat Aṣ-Ṣāffāt (Barisan-Barisan)
الصّٰۤفّٰت
Ayat 96 / 182 •  Surat 37 / 114 •  Halaman 449 •  Quarter Hizb 45.75 •  Juz 23 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ

Wallāhu khalaqakum wa mā ta‘malūn(a).

Padahal Allahlah yang menciptakanmu dan apa yang kamu perbuat itu.”

Makna Surat As-Saffat Ayat 96
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mengapa kamu tidak menyembah Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu?”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Sesudah melihat keadaan kaumnya tertegun menundukkan kepala, Nabi Ibrahim lalu berkata lagi kepada mereka bahwa tidak patut mereka menyembah patung-patung yang mereka pahat dengan tangannya sendiri. Mereka mestinya bersyukur bahwa dari kalangan mereka sendiri, lahir seorang yang punya akal pikiran, yang mencegah penyembahan patung-patung itu. Nabi Ibrahim menegaskan lagi bahwa yang patut disembah hanyalah Allah yang menciptakan mereka dan patung-patung sesembahan mereka itu. Tuhan Maha Pencipta lebih berhak disembah daripada makhluk-Nya. Firman Allah:

قَالَ اَفَتَعْبُدُوْ نَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَنْفَعُكُمْ شَيْـًٔا وَّلَا يَضُرُّكُمْ ۗ ٦٦ اُفٍّ لَّكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗاَفَلَا تَعْقِلُوْنَ ٦٧ (الانبياۤء)

Dia (Ibrahim) berkata, “Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu? Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?” (al-Anbiyā'/21: 66-67)

Alasan yang disampaikan Nabi Ibrahim tidak dapat mereka bantah dengan alasan pula, sehingga mereka menempuh cara kekerasan menantang Ibrahim. Mereka merencanakan membunuh Ibrahim. Lalu didirikanlah sebuah bangunan untuk dijadikan tempat pembakaran Nabi Ibrahim. Ketika bangunan itu telah selesai dan apinya telah dinyalakan, lalu Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalamnya. Firman Allah:

قَالُوْا حَرِّقُوْهُ وَانْصُرُوْٓا اٰلِهَتَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَ ٦٨ (الانبياۤء)

Mereka berkata, “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat.” (al-Anbiyā'/21: 68)

Kaum Ibrahim benar-benar menghendaki ia binasa dan hangus terbakar dalam unggun api itu. Akan tetapi, Allah berkehendak menyelamatkan dia dari kebinasaan dengan memerintahkan kepada api supaya tidak membakar Ibrahim, sebagaimana firman-Nya:

قُلْنَا يٰنَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓ اِبْرٰهِيْمَ ۙ ٦٩ ( الانبياۤء)

Kami (Allah) berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!” (al-Anbiyā'/21: 69)

Dengan demikian, Nabi Ibrahim selamat dari unggun api, dan mendapat kemenangan atas orang kafir.

Sesudah beliau tidak melihat lagi tanda-tanda kesediaan kaumnya untuk beriman, maka beliau bermaksud untuk meninggalkan mereka, hijrah dari kampung halaman. Barangkali di tempat yang baru itu, beliau dapat beribadah kepada Tuhan tanpa gangguan dari kaum yang ingkar, dan dapat mengembangkan agama dengan taufik dan hidayah Allah. Adapun negeri yang beliau tuju ialah Baitulmakdis.

Isi Kandungan Kosakata

1. Qalb Salīm قَلْب سَلِيْم (aṣ-Ṣāffāt/37: 84)

Qalb salīm terdiri dari dua kata, qalb yang berarti hati dan salīm yang berarti selamat, sehat, tidak sakit, dan sebagainya. Dalam konteks ayat di atas, Allah menjelaskan perihal sikap Nabi Ibrahim yang memiliki qalb salīm. Pada ayat sebelumnya (ayat 83), Nabi Ibrahim dimasukkan sebagai syī‘atih (golongan Nabi Nuh), karena kesamaan keimanan kepada Allah dan pokok-pokok ajaran agamanya. Bahkan lebih jauh lagi, Nabi Ibrahim menjawab seruan Allah dengan qalb salīm (hati yang bersih/suci), yakni ia mengikhlaskan jiwa dan raganya di jalan Allah dengan sepenuhnya. Itulah Nabi Ibrahim, yang juga sering disebut sebagai hanīf muslim.

2. Yaziffūn يَزِفُّوْنَ (aṣ-Ṣāffāt/37: 94)

Secara kebahasaan, yaziffūn bermakna bergegas atau segera. Dalam konteks ayat di atas, Allah menjelaskan bahwa selepas Nabi Ibrahim menghancurkan patung-patung yang disembah kaumnya, mereka lalu bergegas mendatangi Nabi Ibrahim untuk meminta pertanggungjawaban atas perbuatannya merusak tuhan-tuhan mereka itu. Itulah sikap kaumnya yang jauh dari kebenaran. Mereka mengagungkan dan bahkan menyembah berhala-berhala yang mereka buat sendiri, yang tidak bisa mendatangkan mudarat atau manfaat apa pun bagi diri mereka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto