فَاٰمَنُوْا فَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ
Fa'āmanū famatta‘nāhum ilā ḥīn(in).
lalu mereka beriman. Maka, Kami menganugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.
Mereka sadar bahwa Allah dengan kasih sayang-Nya telah menyelamatkan mereka dari azab yang tampak di depan mata, sehingga mereka benar-benar beriman kepada Allah dengan tulus. Karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu, yaitu akhir hayat mereka. Anugerah semacam ini hanya Allah karuniakan kepada umat Nabi Yunus (Lihat Surah Yunus/10: 98).
Setelah kesehatan Nabi Yunus pulih, Allah mengutusnya kembali kepada kaumnya yang pada waktu itu jumlahnya sudah sampai seratus ribu orang lebih. Kedatangannya mereka sambut dengan baik karena mereka sadar bahwa dahulu mereka telah mengecewakannya sehingga ia meninggalkan mereka. Mereka menyadari telah memperoleh kasih sayang Allah, karena mereka baru beriman ketika tanda-tanda azab Allah telah menghadang mereka. Pada umat-umat yang lalu, iman di saat seperti itu tidak diterima. Hanya umat Nabi Yunus yang dikecualikan dari ketentuan itu, sebagaimana dinyatakan dalam Surah Yūnus/10: 98 yang sudah diterangkan di atas. Mereka kemudian hidup bahagia dan sentosa sampai waktu yang ditetapkan bagi mereka.
1. Al-Mudḥaḍīn اَلْـمُدْحَضِي ْنَ (aṣ-Ṣāffāt/37: 141)
Kata dasarnya daḥaḍa-yadḥaḍu-daḥ ḍan artinya “batil”, “salah”. Adḥaḍa artinya “menyatakan seseorang salah”. Al-Mudḥaḍ adalah ism al-maf‘ūl yang berarti “orang yang dinyatakan salah/kalah” dalam undian. Yang dimaksud adalah Nabi Yunus. Ia dinyatakan kalah, dan karena itu harus keluar dari kapal, mencebur ke laut, supaya kapal tidak tenggelam.
2. Al-Ḥūt اَلْحُوْتُ (aṣ-Ṣāffāt/37: 142)
Ḥūt adalah jamak ḥītan berarti ikan secara umum, kecil atau besar, tetapi ada yang membatasi hanya pada ikan besar. Selain pada ayat di atas, kata “ḥūt” terdapat juga pada Surah al-Kahf/18: 61 dan 63, al-Qalam/68: 48, dan kata jamak “ḥītan” pada al-A'rāf/7: 163. Ada pula yang mengartikan kata “an-nun” juga ikan (al-Anbiyā'/21: 87). Tetapi dalam pembahasan ini kita batasi pada pengertian kata “ḥūt” aṣ-Ṣāffāt/37: 142 yang berhubungan dengan Nabi Yunus. (Lihat juga Kosakata “Nabi Yunus”).
3. Al-‘Arā' اَلْعَرَاءِ (aṣ-Ṣāffāt/37: 145)
Kata ‘arā' berasal dari kata dasar ‘arīy yang secara umum dapat berarti telanjang, terbuka dari segala yang tertutup. Dalam pengertian ayat di atas dikiaskan pada alam yang terbuka, telanjang, tanah yang tandus, tanpa ada tanaman yang tumbuh. Yunus terlempar dari perut ikan ke alam terbuka, tandus, dan terasa asing sekali baginya; akibatnya ia jadi sakit (saqīm). Mungkin karena terasa sangat tiba-tiba. Sebagian mufasir mengatakan sakit dalam arti batin, sedih, dan stres. (lihat kosakata “Nabi Yunus”).















































