اَذٰلِكَ خَيْرٌ نُّزُلًا اَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّوْمِ
Ażālika khairun nuzulan am syajaratuz-zaqqūm(i).
Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqum?
Apakah makanan surga itu hidangan yang lebih baik bagi ahli surga, ataukah pohon zaqqum yang pahit dan berbau tidak sedap?
Pada ayat ini Allah memperingatkan kepada orang-orang kafir tentang azab yang mereka alami di neraka. Kepada mereka dikemukakan pertanyaan tentang manakah hidangan yang lebih baik apakah rezeki yang diberikan kepada penghuni surga sebagaimana telah disebutkan di atas ataukah buah pohon zaqqum yang pahit lagi menjijikkan yang disediakan bagi mereka.
Pertanyaan itu adalah sebagai ejekan kepada mereka. Namun kemudian mereka mempertanyakan tentang pohon zaqqum. Mungkinkah dia tumbuh dalam neraka, padahal neraka itu membakar segalanya. Bagi mereka pohon zaqqum itu merupakan ujian dan cobaan dan di akhirat akan dijadikan bahan siksaan. Allah berfirman:
وَمَا جَعَلْنَا الرُّءْيَا الَّتِيْٓ اَرَيْنٰكَ اِلَّا فِتْنَةً لِّلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُوْنَة َ فِى الْقُرْاٰنِ ۗ وَنُخَوِّفُهُم ْۙ فَمَا يَزِيْدُهُمْ اِلَّا طُغْيَانًا كَبِيْرًا ࣖ
Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqum) dalam Al-Qur’an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. (al-Isrā'/17: 60)
1. Syajarah az-Zaqqūm شَجَرَةُ الزَّقُّوْمِ (aṣ-Ṣāffāt/37: 62)
Syajarah az-zaqqūm terdiri dari dua kata, syajarah yang berarti pohon dan az-zaqqūm yang berarti jenis pohon yang tumbuh di neraka. Dijelaskan oleh Allah pada ayat di atas, pohon az-zaqqūm adalah makanan bagi para penghuni neraka sekaligus sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. (ayat 63). Pohon ini tumbuh dari dasar neraka jahim. (ayat 64).
2. Ru'ūs asy-Syayāṭīn رُءُوْسُ الشَّيَاطِيْنِ (aṣ-Ṣāffāt/37: 65)
Ru'ūs asy-syayāṭīn terdiri dari dua kata: ru'ūs dan syayāṭīn. Ru'ūs merupakan bentuk jamak (plural) dari ra's, yang berarti kepala. Sedang syayāṭīn merupakan bentuk jamak dari syaiṭān, yang berarti setan. Dengan demikian, ru'ūs asy-syayāṭīn bermakna kepala-kepala setan. Ayat ini masih terkait dengan ayat sebelumnya (ayat 62) yang menjelaskan tentang syajarah az-zaqqūm. Pada ayat ini, Allah menjelaskan lebih jauh bahwa syajarah az-zaqqūm yang tumbuh dari dasar neraka jahim itu mayangnya laksana kepala setan. Tidak ada yang tahu secara persis, apa yang dimaksud oleh Allah dalam ayat ini, tetapi tampaknya untuk memberikan kesan yang lebih mengerikan.
3. Yuhra‘ūn يُهْرَعُوْنَ (aṣ-Ṣāffāt/37: 70)
Secara kebahasaan, yuhra‘ūn yang berakar dari kata hara‘ā bermakna tergesa-gesa, terburu-buru, dan sebagainya. Pada ayat di atas, Allah men-jelaskan orang-orang terdahulu yang mengikuti kesesatan leluhur mereka, leluhur yang tidak mau menerima kebenaran. Ketika, karena kesesatannya, leluhur mereka itu terjerumus ke dalam neraka jahim, mereka juga harus cepat-cepat mengikuti leluhur mereka masuk ke neraka jahim. Itulah buah mengikuti kesesatan.












































