Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 55 - Surat Aṣ-Ṣāffāt (Barisan-Barisan)
الصّٰۤفّٰت
Ayat 55 / 182 •  Surat 37 / 114 •  Halaman 448 •  Quarter Hizb 45.5 •  Juz 23 •  Manzil 6 • Makkiyah

فَاطَّلَعَ فَرَاٰهُ فِيْ سَوَاۤءِ الْجَحِيْمِ

Faṭṭala‘a fa ra'āhu fī sawā'il-jaḥīm(i).

Maka, dia menengoknya. Lalu, dia melihat (teman)-nya itu di tengah-tengah (neraka) Jahim.

Makna Surat As-Saffat Ayat 55
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Maka dia bersama temannya meninjaunya, lalu dia melihat teman-nya itu tersiksa di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Penghuni surga itu berkata kepada teman-temannya supaya mereka mau meninjau keadaan ahli surga. Dengan peninjauan itu tentulah mereka akan bertambah syukur kepada Allah yang telah memberikan taufik kepada mereka untuk mengikuti petunjuk para nabi sehingga terlepas dari penderitaan api neraka.

Lalu ahli surga itu meninjau keadaan penghuni neraka, dan diperlihatkan kepada mereka kawan-kawannya yang kafir, sedang berada di tengah-tengah api neraka yang menyala-nyala. Pada waktu itu penghuni surga itu menuding kawannya yang berada di neraka itu, karena sewaktu di dunia hampir saja dia dijerumuskan ke dalam kekafiran oleh kawannya itu. Tetapi berkat taufik dan hidayah Allah yang dianugerahkan kepadanya, terhindarlah dia dari pengaruh paham kawannya yang kafir itu, dan selamatlah ia dari azab nereka.

Percakapan antara penghuni surga dan neraka itu diterangkan Allah pula dalam firman-Nya:

وَنَادٰ ى اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ اَصْحٰبَ النَّارِ اَنْ قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدْتُّمْ مَّا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا ۗقَالُوْا نَعَمْۚ فَاَذَّنَ مُؤَذِّنٌۢ بَيْنَهُمْ اَنْ لَّعْنَةُ اللّٰهِ عَلَى الظّٰلِمِيْنَ ٤٤ (الاعراف)

Dan para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka, “Sungguh, kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?” Mereka menjawab, “Benar.” Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, “Laknat Allah bagi orang-orang zalim. (al-A‘rāf/7: 44)

Firman Allah:

وَنَادٰٓى اَصْحٰبُ النَّارِ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِ اَنْ اَفِيْضُوْا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاۤءِ اَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ ۗقَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكٰفِرِيْنَۙ ٥٠ (الاعراف)

Para penghuni neraka menyeru para penghuni surga, “Tuangkanlah (sedikit) air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu.” Mereka menjawab, “Sungguh, Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir.” (al-A‘rāf/7: 50)

Isi Kandungan Kosakata

Qarīn قَرِيْن (aṣ-Ṣāffāt/37: 51)

Secara kebahasaan, qarīn yang terambil dari akar kata qarana berarti menemani, mengawani, mendampingi, dan sebagainya. Sebagian ulama mengartikannya dengan malak (malaikat) atau ṣādiq mulāzim (sobat setia). Dalam konteks ayat di atas, Allah menjelaskan perbincangan yang terjadi di antara beberapa penghuni akhirat, terkait pengalamannya di dunia. Sebagian mereka berkata, “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai teman yang berkata, ‘Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang yang membenarkan (hari Kiamat)?’” Dan ternyata, qarīn yang tidak mempercayai kebangkitan itu malah terjerumus ke dalam neraka jahanam. Melalui dialog ini, Allah ingin menegaskan pentingnya kepercayaan atas kepastian hari kebangkitan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto