Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 100 - Surat Aṣ-Ṣāffāt (Barisan-Barisan)
الصّٰۤفّٰت
Ayat 100 / 182 •  Surat 37 / 114 •  Halaman 449 •  Quarter Hizb 45.75 •  Juz 23 •  Manzil 6 • Makkiyah

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn(a).

100. (Ibrahim berdoa,) “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.”

Makna Surat As-Saffat Ayat 100
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah menjelaskan dialog Nabi Ibrahim dengan kaumnya yang ingkar, pada ayat berikut Allah beralih mengisahkan dialog Nabi Ibrahim dengan putranya, Ismail, tentang perintah Allah. Dia berdoa kepada Allah, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk golongan orang yang saleh dan taat menjalankan perintah-Mu dan membela agama-Mu.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini mengisahkan bahwa Nabi Ibrahim dalam perantauan memohon kepada Tuhan agar dianugerahi seorang anak yang saleh dan taat serta dapat menolongnya dalam menyampaikan dakwah dan mendampinginya dalam perjalanan dan menjadi kawan dalam kesepian.

Kehadiran anak itu sebagai pengganti dari keluarga dan kaumnya yang ditinggalkannya. Permohonan Nabi Ibrahim ini diperkenankan oleh Allah. Kepadanya disampaikan berita gembira bahwa Allah akan menganugerahkan kepadanya seorang anak laki-laki yang punya sifat sangat sabar.

Sifat sabar itu muncul pada waktu balig. Karena pada masa kanak-kanak sedikit sekali didapati sifat-sifat seperti sabar, tabah, dan lapang dada. Anak remaja itu ialah Ismail, anak laki-laki pertama dari Ibrahim, ibunya bernama Hajar istri kedua dari Ibrahim. Putera kedua ialah Ishak, lahir kemudian sesudah Ismail dari istri pertama Ibrahim yaitu Sarah.

Isi Kandungan Kosakata

1. Gulām Ḥalīm غُلَامٍ حَلِيْمٍ (aṣ-Ṣāffāt/37: 101)

Gulām terambil dari kata galama-yaglamu-galaman artinya “mulai punya nafsu”. Gulām adalah anak yang sudah mimpi, sudah memasuki usia balig. Ḥalīm terambil dari kata ḥaluma-yaḥlumu-ḥilman yang berarti “santun”. Ḥalīm berarti “yang sangat santun”. Gulām ḥalīm berarti “anak yang sangat santun”. Yang dimaksud adalah Ismail, putera Nabi Ibrahim. Salah satu tanda kesantunannya adalah bahwa ia menerima permintaan ayahnya untuk dikurbankan atas perintah Allah. Akan tetapi, itu hanya sebagai ujian. Karena keikhlasan mereka, Allah menggantinya dengan seekor domba. Dalam Al-Qur’an terdapat pula kata al-ḥulum yang berarti tanda masuk usia balig. Kata itu terambil dari ḥalama-yaḥlumu-ḥulman ‘mimpi’ tanda masuk balig. Misalnya Surah an-Nūr/24: 59, “Maka apabila anak-anak kalian sudah sampai mimpi (balig)…”

2. Tallahū li al-Jabīn تَلَّهُ لِلْجَبِيْنِ (aṣ-Ṣāffāt/37: 103)

Kata yang berasal dari talla-yatallu-tallan ini mempunyai arti “mem-baringkannya di atas lehernya di tempat yang agak tinggi”. Al-Jabīn adalah “pelipis”. Maksudnya adalah bahwa Nabi Ibrahim membaringkan Ismail puteranya di atas tempat yang agak ketinggian. Ia letakkan leher anak itu di atasnya, dan ia baringkan di atas pelipisnya. Anak itu siap untuk disembelih. Waktu itulah Allah memanggil Nabi Ibrahim bahwa ia telah melaksanakan perintah dengan baik,

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto