Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 29 - Surat Asy-Syu‘arā' (Para Penyair)
الشّعراۤء
Ayat 29 / 227 •  Surat 26 / 114 •  Halaman 368 •  Quarter Hizb 37.5 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

قَالَ لَىِٕنِ اتَّخَذْتَ اِلٰهًا غَيْرِيْ لَاَجْعَلَنَّكَ مِنَ الْمَسْجُوْنِيْنَ

Qāla la'inittakhażta ilāhan gairī la'aj‘alannaka minal-masjūnīn(a).

Dia (Fir‘aun) berkata, “Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selainku, niscaya aku benar-benar akan menjadikanmu termasuk orang-orang yang dipenjarakan.”

Makna Surat Asy-Syu‘ara' Ayat 29
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Fir’aun semakin berang mendengar perkataan Nabi Musa dan mulai menggunakan kekuatannya, sebagaimana juga penguasa yang zalim, untuk membungkam musuh-musuh mereka. Fir’aun berkata dengan nada mengancam, “Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara, Sebagaimana orang-orang yang telah aku penjarakan. Aku akan siksa dirimu dengan siksaan yang amat pedih.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah mengisahkan bahwa ketika Fir‘aun tidak dapat melumpuhkan keterangan dan bukti-bukti yang dikemukakan oleh Musa kepadanya, ia lalu berlaku kasar dan mengancam Musa. Fir‘aun berkata, “Wahai Musa. Kalau engkau berani menyembah Tuhan selain aku, maka aku akan memasukkan kamu ke dalam penjara. Di sana akan kamu rasakan siksaan yang amat pedih, perlakuan yang kejam, dan tidak ada belas kasihan sedikit pun.” Siksaan yang diderita orang-orang yang dipenjarakan Fir‘aun lebih berat dari pembunuhan, sebab ia memenjarakan seseorang sampai yang bersangkutan mati.

Isi Kandungan Kosakata

Al-Masjūnīn الْمَسْجُوْنِي ْنَ (asy-Syu’arā’/26: 29)

Al-Masjūnīn berasal dari akar kata sajana (memenjarakan), masjūn (yang dipenjarakan), dan jamaknya masjūnīn yang berarti mereka yang dipenjarakan. Kata-kata ini merupakan ancaman Fir‘aun kepada Musa dengan penjara karena ia menyeru semua manusia, termasuk Fir‘aun, untuk mengakui bahwa hanya Allah Tuhan yang Mahakuasa atas semesta alam ini. Oleh karenanya, Fir‘aun menganggap Musa orang gila dan sebagai pengkhianat. Akan tetapi, Nabi Musa menjawab dengan tenang bahwa dia bukan pengkhianat dan bukan pula orang gila seperti yang dituduhkan Fir‘aun kepadanya. Kalau perlu ia akan menunjukkan suatu mukjizat kepada Fir‘aun dan para pengikutnya agar ia percaya dan menerima bahwa tiada Tuhan selain Allah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto