اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ
Innī lakum rasūlun amīn(un).
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.
Nabi Nuh melanjutkan dakwahnya, “Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan yang diutus kepadamu, untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhanku kepadamu.
Nabi Nuh memberitahu kaumnya bahwa ia adalah seorang rasul Allah yang diutus kepada mereka. Dia dipercaya untuk menyampaikan perintah dan larangan Allah, tanpa menambah atau mengurangi sedikit pun.
Pada Surah Hūd/11: 31 diterangkan bahwa Nabi Nuh tidak mempunyai kekayaan yang akan diberikan kepada kaumnya. Oleh karena itu, ia tidak dapat menjanjikan harta dan kekayaan untuk mereka. Ia juga tidak mengetahui hal-hal yang gaib, tidak pernah mengatakan bahwa ia adalah malaikat, dan tidak menjanjikan kesenangan dan kebahagiaan kepada orang-orang yang mengikuti seruannya. Semuanya itu hanya Allah yang mengetahui, memiliki, dan menentukan, karena Dialah Yang Mahakuasa. Nuh hanya bertugas untuk menyampaikannya.
Arżalūn اَرْذَلُوْنَ (asy-Syu’arā’/26: 111)
Al-Arżalūn artinya “orang-orang yang rendah derajat dan martabatnya, bukan kelompok bermartabat tinggi. Kelompok rendahan ini biasanya merupakan pengikut para nabi yang diutus Allah kepada manusia. Sedang-kan kelompok orang-orang penting, walaupun ada yang beriman dan menjadi pengikut nabi, tetapi jumlah mereka tidak banyak dibanding dengan kelompok rendahan tersebut. Sebutan orang-orang rendahan untuk para pengikut nabi yang disinggung dalam ayat ini, diberikan oleh mereka yang menentang dan mendustakan nabi dengan maksud menghinakan. Dengan beriman kepada Allah dan nabi serta mengikuti seruannya, justru merekalah yang meraih keberuntungan dan derajat tinggi.




























