وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍۚ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۚ
Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajr(in), in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).
Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam.
Dan aku tidak meminta imbalan apa pun kepadamu baik berupa materi atau jasa, atas ajakan itu, karena imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam yang jauh lebih baik dari semua imbalan yang ada karena Allah Mahakaya, pemilik alam seluruh.
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa dalam melaksanakan tugas menyampaikan agama Allah, Nabi Nuh tidak akan meminta upah kepada siapa pun, dan tidak mengharapkan harta kekayaan, kekuasaan, dan kemegahan sedikit pun. Ia hanya mencari keridaan dan pahala dari Allah.
Arżalūn اَرْذَلُوْنَ (asy-Syu’arā’/26: 111)
Al-Arżalūn artinya “orang-orang yang rendah derajat dan martabatnya, bukan kelompok bermartabat tinggi. Kelompok rendahan ini biasanya merupakan pengikut para nabi yang diutus Allah kepada manusia. Sedang-kan kelompok orang-orang penting, walaupun ada yang beriman dan menjadi pengikut nabi, tetapi jumlah mereka tidak banyak dibanding dengan kelompok rendahan tersebut. Sebutan orang-orang rendahan untuk para pengikut nabi yang disinggung dalam ayat ini, diberikan oleh mereka yang menentang dan mendustakan nabi dengan maksud menghinakan. Dengan beriman kepada Allah dan nabi serta mengikuti seruannya, justru merekalah yang meraih keberuntungan dan derajat tinggi.




























