Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 111 - Surat Asy-Syu‘arā' (Para Penyair)
الشّعراۤء
Ayat 111 / 227 •  Surat 26 / 114 •  Halaman 371 •  Quarter Hizb 38 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

۞ قَالُوْٓا اَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الْاَرْذَلُوْنَ ۗ

Qālū anu'minu laka wattaba‘akal-arżalūn(a).

Mereka berkata, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal yang mengikutimu adalah orang-orang hina?”

Makna Surat Asy-Syu‘ara' Ayat 111
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mereka berkata, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?” Pengikut Nabi Nuh banyak dari golongan rakyat jelata, karena merekalah yang banyak terzalimi dari sistem yang ada, bukan dari kalangan bangsawan yang senang dengan kedudukan mereka. Begitulah mereka melihat persoalan bukan dari ajarannya tapi dari orang yang mengikuti ajaran itu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menjelaskan sikap kaumnya terhadap seruan Nabi Nuh. Mereka mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi mereka untuk mengikuti seruan Nuh karena orang-orang yang cerdik pandai dan berakal di antara mereka tidak ada yang tertarik dengan seruan itu apalagi para pemimpin mereka. Hanya orang-orang yang bodoh dan lemah atau orang-orang yang menginginkan sesuatu yang mau menjadi pengikut Nabi Nuh. Allah berfirman:

فَقَالَ الْمَلَاُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَوْمِهٖ مَا نَرٰىكَ اِلَّا بَشَرًا مِّثْلَنَا وَمَا نَرٰىكَ اتَّبَعَكَ اِلَّا الَّذِيْنَ هُمْ اَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِۚ وَمَا نَرٰى لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍۢ بَلْ نَظُنُّكُمْ كٰذِبِيْنَ ٢٧

Maka berkatalah para pemuka yang kafir dari kaumnya, “Kami tidak melihat engkau, melainkan hanyalah seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikuti engkau, melainkan orang yang hina-dina di antara kamu yang lekas percaya. Kami tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami menganggap kamu adalah orang pendusta.” (Hūd/11: 27)

Isi Kandungan Kosakata

Arżalūn اَرْذَلُوْنَ (asy-Syu’arā’/26: 111)

Al-Arżalūn artinya “orang-orang yang rendah derajat dan martabatnya, bukan kelompok bermartabat tinggi. Kelompok rendahan ini biasanya merupakan pengikut para nabi yang diutus Allah kepada manusia. Sedang-kan kelompok orang-orang penting, walaupun ada yang beriman dan menjadi pengikut nabi, tetapi jumlah mereka tidak banyak dibanding dengan kelompok rendahan tersebut. Sebutan orang-orang rendahan untuk para pengikut nabi yang disinggung dalam ayat ini, diberikan oleh mereka yang menentang dan mendustakan nabi dengan maksud menghinakan. Dengan beriman kepada Allah dan nabi serta mengikuti seruannya, justru merekalah yang meraih keberuntungan dan derajat tinggi.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto