قَالَ رَبِّ اِنَّ قَوْمِيْ كَذَّبُوْنِۖ
Qāla rabbi inna qaumī każżabūn(i).
Dia (Nuh) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakanku.
Nabi Nuh berkata, “Ya Tuhanku sungguh kaumku telah mendustakan aku. Mereka telah memilih jalan kesesatan, padahal aku, sesuai dengan perintah-Mu, telah mengajak mereka dengan baik-baik, siang dan malam, selama ratusan tahun, untuk kembali ke jalan-Mu.
Mendapat ancaman seperti itu, Nabi Nuh tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain mengadu kepada Allah bahwa kaumnya telah mendustakannya. Ia berharap dengan doa itu akan mendapat pertolongan dari Allah.
Arżalūn اَرْذَلُوْنَ (asy-Syu’arā’/26: 111)
Al-Arżalūn artinya “orang-orang yang rendah derajat dan martabatnya, bukan kelompok bermartabat tinggi. Kelompok rendahan ini biasanya merupakan pengikut para nabi yang diutus Allah kepada manusia. Sedang-kan kelompok orang-orang penting, walaupun ada yang beriman dan menjadi pengikut nabi, tetapi jumlah mereka tidak banyak dibanding dengan kelompok rendahan tersebut. Sebutan orang-orang rendahan untuk para pengikut nabi yang disinggung dalam ayat ini, diberikan oleh mereka yang menentang dan mendustakan nabi dengan maksud menghinakan. Dengan beriman kepada Allah dan nabi serta mengikuti seruannya, justru merekalah yang meraih keberuntungan dan derajat tinggi.


























