Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 183 - Surat Asy-Syu‘arā' (Para Penyair)
الشّعراۤء
Ayat 183 / 227 •  Surat 26 / 114 •  Halaman 374 •  Quarter Hizb 38.25 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ اَشْيَاۤءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَ ۚ

Wa lā tabkhasun-nāsa asy-yā'ahum wa lā ta‘ṡau fil-arḍi mufsidīn(a).

Janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya dan janganlah membuat kerusakan di bumi.

Makna Surat Asy-Syu‘ara' Ayat 183
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan jangan-lah kamu membuat kerusakan di bumi.” Pada dasarnya prinsip hubungan antar manusia menurut Islam adalah tidak boleh menzalimi dan tidak boleh dizalimi dengan cara apa pun dan dalam bidang apa pun.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Di samping menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, penduduk Madyan juga berbuat dosa dan melakukan kejahatan lain, di antaranya:

1. Mengurangi timbangan dan takaran pada waktu menjual dan minta dilebihkan pada waktu membeli.

2. Menurunkan harga barang-barang agar mereka dapat membeli barang-barang itu dengan harga yang amat rendah.

3. Membuat onar dan kerusakan di bumi.

Ayat ini menerangkan bahwa Syuaib menyeru kaumnya untuk menghentikan kejahatan yang biasa mereka lakukan. Mereka diseru untuk menyempurnakan takaran dan timbangan baik di waktu menjual maupun membeli. Mengurangi atau melebihkan takaran dan timbangan adalah perbuatan yang merugikan orang lain. Hal itu berarti membuat kerusakan di bumi. Syuaib mengingatkan kaumnya bahwa harta yang halal lebih baik bagi mereka, karena mereka adalah orang-orang yang berpenghidupan baik. Allah berfirman:

بَقِيَّت ُ اللّٰهِ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ەۚ وَمَآ اَنَا۠ عَلَيْكُمْ بِحَفِيْظٍ ٨٦

Sisa (yang halal) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.” (Hūd/11: 86).

Yang dimaksud dengan sisa keuntungan dari Allah (baqiyyatullāh) ialah keuntungan yang halal dalam perdagangan sesudah menyempurnakan takaran dan timbangan.

Syuaib mengingatkan bahwa perbuatan jahat yang mereka lakukan itu bertentangan dengan ketentuan yang ditetapkan Allah bagi semua makhluk-Nya. Oleh karena itu, mereka diminta untuk menghentikan perbuatan itu, dan takut kepada azab Allah yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Dialah yang menciptakan segala yang ada, termasuk mereka. Diciptakan-Nya dari tidak ada kepada ada untuk mengadakan kemaslahatan di bumi. Allah pernah menciptakan orang-orang yang mempunyai kekuatan dan kemampuan yang lebih kuat dan besar dari mereka, serta mempunyai harta dan kekayaan yang lebih banyak, seperti kaum Hud yang pernah mereka katakan sebagai kaum yang lebih kuat dan perkasa dari mereka. Karena kezaliman dan kejahatan umat-umat dahulu itu, Allah mengazab dan menimpakan malapetaka yang besar kepada mereka.

Isi Kandungan Kosakata

1. Aṣḥāb al-Aikah أَصْحَابُ اْلأَيْكَةِ (asy-Syu’arā’/26: 176)

Berbicara tentang “Aṣḥāb al-Aikah” tentu tidak bisa lepas dari pembicaraan tentang Syuaib dan Madyan. Kata “aikah” umumnya diartikan para mufasir dengan “hutan,” ada pula yang mengartikan “lembah, wadi.” Al-Mu’jam al-Mufaḥras li Alfāẓ al-Qur’ān al-Karīm mengartikan kata aikah sebagai pohon belukar. Tentu letaknya di Madyan, tempat Nabi Syuaib diutus. Aṣḥābul Aikah ialah suatu masyarakat Nabi Syuaib, tempat tinggal mereka di daerah pepohonan yang lebat. Akan tetapi, arti ini tidak begitu penting. Kedua kata ini di dalam al-Qur’an terdapat dalam al-Ḥijr/15: 78, asy-Syu’arā’/26: 176, Ṡād/38: 13 dan Qāf/50: 14.

Dalam Surah al-Ḥijr/15: 78, mereka dilukiskan sebagai orang-orang zalim atau durjana. Ayat yang agak terinci mengenai ini terdapat dalam asy-Syu’arā’/26: 176-191. Dalam ayat-ayat ini disebutkan bahwa para penghuni hutan itu telah mendustakan nabi-nabi mereka, termasuk Nabi Syuaib, yang memperkenalkan diri kepada mereka tanpa mengharapkan imbalan, mengajak bertakwa kepada Allah dan mau menaatinya. Mereka adalah masyarakat pedagang yang suka menipu. Syuaib mengingatkan mereka agar jangan bertindak merugikan orang lain, mengecoh dalam berdagang, memalsukan dagangan dan mempermainkan timbangan dan sukatan. Akan tetapi, mereka berbalik menuduh Syuaib sudah kena sihir, pendusta, dan dia tidak berbeda dengan mereka, manusia biasa. Dia ditantang agar membuktikan kenabiannya dengan menjatuhkan kepingan-kepingan dari langit, seperti halnya dengan Nabi Muhammad yang menghadapi tantangan Quraisy (al-Isrā’/17: 92). Para penghuni hutan itu kemudian mengalami bencana yang membinasakan mereka. (Lihat juga Kosakata “Syuaib” dan “Madyan”)

2. Al-Jibillah al-Awwalīn الْجِبِلَّة الْأَوَّلِيْن (asy-Syu’arā’/26: 184)

Al-Jibillah al-awwalīn artinya umat terdahulu. Akar katanya (jim-ba’-lam) arti dasarnya adalah berkumpulnya sesuatu dan meninggi. Dari sini muncul kata “jabal” artinya gunung. Jika kita mendengar kata gunung maka yang terbenak dalam hati kita ialah sesuatu yang besar, tinggi, kekar. Al-Jabal atau jibill juga diartikan dengan kelompok manusia yang banyak (Lihat Surah Yāsīn/36: 62). Al-Jabal diartikan juga dengan karakter atau sifat yang ada pada seseorang yang sulit untuk diubah sebagaimana sulitnya mengalihkan gunung. Jika dikatakan: Fulan Jabal artinya si Fulan mempunyai pendirian yang kokoh bagaikan gunung.

Ayat ini menjelaskan tentang perintah Nabi Syuaib kepada kaumnya agar mereka bertakwa kepada Allah yang menciptakan mereka dan Yang menciptakan kaum sebelum mereka. Dengan melihat arti dasar dari kata ini bisa dibayangkan bahwa kaum sebelum mereka terdiri dari umat yang banyak dengan perawakan mereka yang besar dan kekar. Mereka mempunyai watak dan karakter yang sulit untuk diubah.

3. Aẓ-Żullah الظُّلَّة (asy-Syu’arā’/26: 189)

Kata aẓ-ẓullah jamaknya ẓulal-ẓilal berarti awan, dari fi’il ẓalla-yaẓallu-ẓalālat an, yang berarti teduh, redup, mendung, berawan. Siksa hari berawan yang disebut dalam ayat 189 Surah asy-Syu’arā’ di atas adalah siksa yang bersumber dari awan berupa guntur dan kilat yang sahut-menyahut, sehingga memorak-porandakan bangunan dan membinasakan orang-orang kafir.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto