Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 199 - Surat Asy-Syu‘arā' (Para Penyair)
الشّعراۤء
Ayat 199 / 227 •  Surat 26 / 114 •  Halaman 375 •  Quarter Hizb 38.25 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

فَقَرَاَهٗ عَلَيْهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ مُؤْمِنِيْنَ ۗ

Fa qara'ahū ‘alaihim mā kānū bihī mu'minīn(a).

Lalu, dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir), niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya.

Makna Surat Asy-Syu‘ara' Ayat 199
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

lalu ia membacakannya kepada mereka, yakni orang-orang kafir itu, niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya. Ini menunjukkan keengganan mereka untuk menerima Al-Qur’an. Dari arah mana pun Al-Qur’an itu datang, mereka pasti tak akan beriman dengan berbagai alasan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa walaupun bukti-bukti kenabian Muhammad sudah diterangkan dalam kitab-kitab terdahulu, dan hal ini diakui oleh ulama-ulama Yahudi, serta diketahui oleh orang-orang musyrik Mekah dari para pemimpin Yahudi, namun orang-orang musyrik itu tidak akan beriman, walau buku atau kitab suci apa pun yang dikemukakan kepada mereka. Seakan-akan Allah mencela sikap mereka itu dengan mengatakan, “Kami telah menurunkan Al-Qur’an itu dalam bahasa Arab yang jelas dan gaya bahasa yang indah kepada seseorang dari bangsa Arab, tepatnya dari suku Quraisy yang berpengaruh di Mekah, dan mereka telah mengetahui pula dari orang-orang Yahudi di Madinah tentang kenabian Muhammad itu, namun mereka tetap tidak beriman. Maka andaikata Al-Qur’an itu diturunkan kepada seseorang dari golongan bukan Arab yang tidak pandai berbahasa Arab, tetapi dengan kehendak Allah orang itu dapat membacakannya dengan fasih kepada orang-orang musyrik Mekah itu, mereka itu tidak juga akan beriman kepadanya. Di sisi lain, kalau pun kejadian yang semacam itu terjadi, hal itu merupakan kejadian yang luar biasa.”

Ayat ini merupakan hiburan yang dapat menenteramkan dan menyejuk-kan hati Muhammad yang telah digundahkan oleh sikap orang-orang musyrik yang selalu menantang dan mendustakan seruannya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Bilisān ‘Arabiy Mubīn بِلِسَانٍ عَرَبِىٍّ مُبِيْنٍ (asy-Syu’arā’/26: 195)

Kata lisān diambil dari fi’il lasina-yalsanu-lasanan berarti fasih lidahnya. Jamaknya adalah alsinah berarti lidah, bahasa. Kata ‘araby berarti bangsa Arab yang sebenarnya, diambil dari fi’il aruba-ya’rubu-’arabatan- ’uruban-’araban yang berarti berbicara dengan bahasa Arab yang fasih. Lisān al-’arab artinya bahasa Arab. Kata lisan yang diiringi oleh kata sifat ‘arabiy sehingga menjadi lisān ‘arabiy mengandung pengertian khusus, yaitu bahasa Al-Qur’an. Pengertian ini dapat ditemukan antara lain dalam Surah an-Naḥl/16:103, asy-Syu’arā’/26:195 dan al-Aḥqāf/46:12. Jadi pengertian bi lisān ‘arabiyyin mubīn adalah dengan bahasa Arab yang jelas, atau dengan bahasa Al-Qur’an yang jelas.

2. ‘Ulamā’ عُلَمٰؤُا (asy-Syu’arā’/26: 197)

Kata ‘ulamā’ adalah bentuk jamak dari kata ‘alīm yang terambil dari akar kata yang berarti mengetahui secara jelas. Oleh karena itu, semua kata yang terbentuk oleh huruf-huruf ‘ain, lam, dan mim, selalu menunjuk kepada kejelasan, seperti ‘alam/bendera, ‘alam/alam raya atau makhluk yang memiliki rasa atau kecerdasan, alamah/alamat.

Banyak pakar agama seperti Ibnu ‘Āsyūr dan aṭ-Ṭabāṭabā’ī memahami kata ‘ulamā’ dalam arti yang mendalami ilmu agama. Aṭ-Ṭabāṭabā’ī menulis bahwa mereka itu adalah yang mengenal Allah dengan nama, sifat, dan perbuatan-Nya, pengenalan yang bersifat sempurna sehingga hati mereka menjadi tenang, keraguan dan kegelisahan menjadi sirna, dan tampak pula dampaknya dalam kegiatan mereka sehingga amal mereka membenarkan ucapan mereka. Ṭāhir bin ‘Āsyūr menulis bahwa yang dimaksud dengan ulama adalah orang-orang yang mengetahui tentang Allah dan syariat.

Sayyid Quṭb mengatakan, “Ulama adalah mereka yang memperhatikan kitab yang menakjubkan itu (Al-Qur’an). Oleh karena itu, mereka mengenal Allah dengan pengenalan yang sebenarnya. Mereka mengenal-Nya melalui hasil ciptaan-Nya, mereka menjangkau-Nya melalui dampak kuasa-Nya, serta merasakan hakikat kebesaran-Nya dengan melihat hakikat kepada-Nya serta bertakwa sebenar-sebenarnya.”

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto