اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Sungguh, pada yang demikian itu yaitu pada dialog ahli neraka itu jika direnungkan dengan saksama, terdapat tanda kekuasaan Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Demikianlah beberapa keterangan Tuhan yang disampaikan Ibrahim kepada kaumnya. Dengan dalil-dalil di atas tadi, nyatalah bahwa inti ajaran yang beliau sampaikan kepada kaumnya adalah paham ketauhidan dan percaya akan adanya hari kebangkitan. Tidak ada zat yang patut disembah melainkan Allah Yang Maha Esa. Hanya kebanyakan orang tidak mau mengerti atau tidak mau menerima kebenaran itu.
Kubkibū كُبْكِبُوْا (asy-Syu’arā’/26: 94)
Kata ini disebut hanya sekali dalam Al-Qur’an. Asalnya adalah kubkiba. Pada kata ini berkumpul tiga huruf ba’. Ba’ yang di tengah digantikan huruf kaf, menjadi kubkibu, yang artinya “mereka dilemparkan”. Menurut as-Suddī, dalam hal ini yang dilemparkan ke dalam neraka adalah al-musyrikūn (orang-orang musyrik). Mufassir lain berpendapat bahwa yang dilemparkan adalah benda-benda sembahan orang musyrik waktu mereka menyekutukan Allah di dunia. Mereka itu dilemparkan ke dalam neraka sebagai bahan bakarnya bersama-sama dengan manusia yang menyembahnya.

























