Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 172 - Surat Asy-Syu‘arā' (Para Penyair)
الشّعراۤء
Ayat 172 / 227 •  Surat 26 / 114 •  Halaman 374 •  Quarter Hizb 38 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ ۚ

Ṡumma dammarnal-ākharīn(a).

Kemudian, Kami binasakan yang lain.

Makna Surat Asy-Syu‘ara' Ayat 172
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kemudian Kami binasakan yang lain dan menghancurkan mereka sehancur-hancurnya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Setelah tiba waktu yang dijanjikan, Allah menghujani dengan amat dahsyat penduduk Sodom dengan batu dari tanah liat yang membatu, dan negeri mereka ditelungkupkan oleh Allah. Dengan demikian, hancurlah penduduk kota Sodom beserta kotanya. Allah berfirman:

فَلَمَّا جَاۤءَ اَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ مَّنْضُوْدٍ ٨٢ مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَۗ وَمَا هِيَ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ بِبَعِيْدٍ ࣖ ٨٣

Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkan negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim. (Hūd/11: 82-83).

Tidak lama setelah kaum Nabi Lut hancur, negeri mereka lalu digenangi air. Akhir-akhir ini telah ditemukan bekas-bekas kota Sodom yaitu di pantai Buḥairah Lut, di bagian selatan Laut Mati (al-Baḥrul Mayyit). Adapun Nabi Lut dan pengikutnya pindah ke Zoar, sebuah kota tua di Kanaan.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Qālīn القَالِيْنَ (asy-Syu’arā’/26: 168)

Kata al-qālīn adalah bentuk jamak dari al-qālī yakni orang yang sangat membenci dengan kebencian yang luar biasa, dari fi’il qalā-yaqlū-qalan, qala’an yang berarti sangat benci. Ulama berpendapat bahwa kata tersebut diambil dari kata al-qalwu, yakni pelemparan. Seseorang atau sesuatu yang menjadi objek penderita dari kata tersebut, seakan-akan dilempar terhadap yang bersangkutan. Dari sini kata tersebut diartikan sebagai kebencian yang telah mencapai puncaknya. Ada juga yang menyatakan bahwa kata itu berasal dari kata al-qalyu yang berarti menggoreng, seakan-akan perbuatan itu membakar dan menggoreng hati. Pada dasarnya, kata ini menggambarkan kebencian yang amat besar.

2. ‘Ajūzan fi al-Gābirīn عَجُوْزًا فِى الغَابِرِيْنَ (asy-Syu’arā’/26: 171)

Kata ‘ajūz berarti perempuan tua, dari fi’il ‘ajaza-’ajuza-ya’juzu- ’ujūzan, yang berarti jadi tua perempuan itu. Penyifatan ajūz kepada istri Nabi Lut yang durhaka merupakan penghinaan terhadapnya karena sebagian perempuan walaupun telah mencapai usia lanjut, tetap enggan dinamai perempuan tua. Sedangkan kata al-gābirīn terambil dari kata gabara-yagburu-guburan, yang berarti masa yang lalu, diam, tinggal, sesuatu yang telah berlalu, atau diam bertempat tinggal setelah ditinggalkan oleh teman atau kendaraan. Kedua makna ini dapat menjadi makna untuk kata yang digunakan ayat ini, yakni istri Nabi Lut a.s, termasuk orang yang diam di tempat tinggalnya, tidak keluar berhijrah atau bahwa ia termasuk salah seorang yang sudah berlalu bersama dengan mereka yang berlalu dan mati terkena siksa.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto