Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 175 - Surat Asy-Syu‘arā' (Para Penyair)
الشّعراۤء
Ayat 175 / 227 •  Surat 26 / 114 •  Halaman 374 •  Quarter Hizb 38 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ

Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).

Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

Makna Surat Asy-Syu‘ara' Ayat 175
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan sungguh Tuhanmu, yang memeliharamu, benar-benar Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang dengan tidak cepat-cepat menghukum para pendosa, tapi memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah adalah Tuhan yang berhak disembah dan sangat keras pembalasan-Nya kepada para hamba-Nya yang ingkar. Dia Maha Penyayang kepada hamba-Nya, dan kasih sayang-Nya itu adalah tetap, tidak pernah putus.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Qālīn القَالِيْنَ (asy-Syu’arā’/26: 168)

Kata al-qālīn adalah bentuk jamak dari al-qālī yakni orang yang sangat membenci dengan kebencian yang luar biasa, dari fi’il qalā-yaqlū-qalan, qala’an yang berarti sangat benci. Ulama berpendapat bahwa kata tersebut diambil dari kata al-qalwu, yakni pelemparan. Seseorang atau sesuatu yang menjadi objek penderita dari kata tersebut, seakan-akan dilempar terhadap yang bersangkutan. Dari sini kata tersebut diartikan sebagai kebencian yang telah mencapai puncaknya. Ada juga yang menyatakan bahwa kata itu berasal dari kata al-qalyu yang berarti menggoreng, seakan-akan perbuatan itu membakar dan menggoreng hati. Pada dasarnya, kata ini menggambarkan kebencian yang amat besar.

2. ‘Ajūzan fi al-Gābirīn عَجُوْزًا فِى الغَابِرِيْنَ (asy-Syu’arā’/26: 171)

Kata ‘ajūz berarti perempuan tua, dari fi’il ‘ajaza-’ajuza-ya’juzu- ’ujūzan, yang berarti jadi tua perempuan itu. Penyifatan ajūz kepada istri Nabi Lut yang durhaka merupakan penghinaan terhadapnya karena sebagian perempuan walaupun telah mencapai usia lanjut, tetap enggan dinamai perempuan tua. Sedangkan kata al-gābirīn terambil dari kata gabara-yagburu-guburan, yang berarti masa yang lalu, diam, tinggal, sesuatu yang telah berlalu, atau diam bertempat tinggal setelah ditinggalkan oleh teman atau kendaraan. Kedua makna ini dapat menjadi makna untuk kata yang digunakan ayat ini, yakni istri Nabi Lut a.s, termasuk orang yang diam di tempat tinggalnya, tidak keluar berhijrah atau bahwa ia termasuk salah seorang yang sudah berlalu bersama dengan mereka yang berlalu dan mati terkena siksa.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto