حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ
Ḥattā zurtumul-maqābir(a).
sampai kamu masuk ke dalam kubur.
Kamu tidak akan berhenti bermegah-megahan seperti itu sampai kamu mati dan masuk ke dalam kubur.
Selanjutnya Allah menjelaskan keadaan bermegah-megah di antara manusia atau dengan usaha untuk memiliki lebih banyak dari orang lain akan terus berlanjut hingga mereka masuk lubang kubur. Dengan demikian, mereka telah menyia-nyiakan umur untuk hal yang tidak berfaedah, baik dalam hidup di dunia maupun untuk kehidupan akhirat.
Para ulama berpendapat bahwa menziarahi kuburan adalah obat penawar yang paling ampuh untuk melunakkan hati, karena dengan ziarah kubur itu manusia akan ingat mati dan hari akhirat, maka dengan sendirinya akan membatasi keinginan-keinginan yang bukan-bukan.
Nabi Muhammad bersabda:
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوا الْقُبُوْرَ فَإِنَّهَا تُزَهِّدُ فِى الدُّنْيَا وَتُذَكِّرُ اْلآخِرَةَ. (رواه ابن ماجه عن ابن مسعود)
Saya pernah melarang kamu menziarahi kubur, maka sekarang ziarahilah kubur itu, karena menziarahi kubur itu akan menjadikan zuhud dari kemewahan dunia dan mengingatkan kamu kepada kehidupan akhirat. (Riwayat Ibnu Mājah dari Ibnu Mas‘ūd)
1. Al-Maqābir اَلْمَقَابِر (at-Takāṡur/102: 2)
Kata al-maqābir adalah jamak dari maqbarah yang berarti pekuburan (tempat pemakaman), yang terambil dari kata: qabara-yaqburu-qabran, yang berarti menguburkan.
Kata al-maqābir dan yang serumpun dengannya disebutkan 8 kali dalam Al-Qur’an. Akan tetapi, kata khusus al-maqābir hanya 1 kali disebutkan dalam Al-Qur’an.
2. Al-Yaqīn اَلْيَقِيْن (at-Takāṡur/102: 5)
Kata al-yaqīn berarti yakin, tidak ragu, yang diambil dari kata yaqina-yaiqanu-yaqnan, yaqanan, yang berarti terang/jelas dan yakin. Jika kata al-yaqīn digandengkan dengan kata ‘ilm (‘ilmul-yaqīn), maka maknanya adalah pengetahuan yang yakin. Jika digandengkan dengan kata ‘ain (‘ainul-yaqīn), maka maknanya adalah mata telanjang yang tidak sedikit pun disentuh oleh keraguan.
Kata al-yaqīn disebutkan 8 kali dalam Al-Qur’an, 2 kali di antaranya terdapat pada Surah at-Takāṡur, yaitu pada ayat 5 dan ayat 7






































