Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 33 - Surat At-Taubah (Pengampunan)
التّوبة
Ayat 33 / 129 •  Surat 9 / 114 •  Halaman 192 •  Quarter Hizb 19.75 •  Juz 10 •  Manzil 2 • Madaniyah

هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖۙ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ

Huwal-lażī arsala rasūlahū bil-hudā wa dīnil-ḥaqqi liyuẓhirahū ‘alad-dīni kullih(ī), wa lau karihal-musyrikūn(a).

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk dan agama yang benar agar Dia mengunggulkannya atas semua agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.

Makna Surat At-Taubah Ayat 33
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Bukan saja Dia meninggikan agama Islam, tetapi Dia juga yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk, yakni Al-Qur'an, yang berisi berita-berita yang benar serta bukti-bukti nyata tentang keesaan Allah, dan agama yang benar, yakni sikap keberagamaan yang lurus yang membawa manfaat, baik di dunia maupun di akhirat, untuk diunggulkan atas segala agama baik agama-agama yang lebih dulu ada, maupun agama-agama baru yang diciptakan oleh manusia, walaupun terhadap kenyataan itu orang-orang musyrik tidak menyukai-nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa sebagai jaminan atas kesempurnaan agama, maka diutuslah seorang rasul yaitu Nabi Muhammad saw dan dibekali sebuah kitab suci yaitu Al-Qur’an yang berisi petunjuk yang menjelaskan segala sesuatunya dan mencakup isi kitab-kitab sebelumnya. Agama Islam telah diridai Allah untuk menjadi agama yang dianut oleh segenap umat manusia. Firman Allah swt:

وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًا

Dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. (al-Mā’idah/5: 3)

Agama Islam sesuai dengan segala keadaan dan tempat serta berlaku sepanjang masa sejak disyariatkan sampai akhir zaman. Oleh karena itu, tidak heran kalau agama Islam mendapat sambutan dari segenap umat manusia dan jumlahnya bertambah dengan pesat, sehingga dalam waktu yang singkat sudah tersebar ke segala penjuru dunia, menempati tempat yang mulia dan tinggi.

Meskipun orang musyrik tidak senang atas kenyataan itu, bahkan tetap menghalang-halangi dan kalau dapat menghancurkannya, tetapi kodrat iradat Allah juga yang akan berlaku, tak ada suatu kekuatan apa pun yang dapat menghambat dan menghalanginya. Firman Allah:

سُنَّةَ اللّٰهِ الَّتِيْ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُ ۖوَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللّٰهِ تَبْدِيْلًا

(Demikianlah) hukum Allah, yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan pada hukum Allah itu. (al-Fatḥ/48: 23)

Isi Kandungan Kosakata

‘Uzair Ibnu Allah عُزَيْر ابْنُ الله (at-Taubah/9: 30)

‘Uzair adalah salah seorang ulama Yahudi. Beliau termasuk tawanan yang dibebaskan oleh Kisra Raja Persia dan diperbolehkan kembali ke Yerusalem pada tahun 451 SM. ‘Uzair adalah tokoh agamawan Yahudi yang berhasil menghimpun kembali kitab suci Yahudi setelah sebelumnya lenyap. Karena kedudukannya itulah sehingga orang-orang Yahudi menamainya pada mulanya sebagai penghormatan – Anak Allah (ابن الله ), kemudian penghormatan ini berkembang sehingga akhirnya ia diyakini oleh sebagian mereka sebagai anak Allah (ابن الله ) dalam pengertian hakiki. Walaupun kepercayaan itu hanya dianut oleh sebagian mereka, tetapi karena sebagian yang lain tidak membantah atau meluruskannya, maka mereka semua dianggap menyetujui keyakinan sesat itu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto