Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 88 - Surat At-Taubah (Pengampunan)
التّوبة
Ayat 88 / 129 •  Surat 9 / 114 •  Halaman 201 •  Quarter Hizb 20.75 •  Juz 10 •  Manzil 2 • Madaniyah

لٰكِنِ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ جَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۗ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ الْخَيْرٰتُ ۖوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Lākinir-rasūlu wal-lażīna āmanū ma‘ahū jāhadū bi'amwālihim wa anfusihim, wa ulā'ika lahumul-khairāt(u), wa ulā'ika humul-mufliḥūn(a).

Akan tetapi, Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berjihad dengan harta dan jiwanya. Mereka memperoleh berbagai kebaikan. Mereka (pula)-lah orang-orang yang beruntung.

Makna Surat At-Taubah Ayat 88
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Demikianlah keadaan kaum munafik itu, akan tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama beliau, mereka berjihad dengan harta dan jiwa demi menegakkan kalimat Allah dan semata-mata mengharap keridaan-Nya. Mereka itu memperoleh kebaikan baik di dunia berupa kemenangan dan kemuliaan, maupun di akhirat kelak berupa kesenangan surgawi. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menerangkan perbedaan yang sangat jauh antara sifat-sifat Rasul dan orang-orang yang beriman di satu pihak dengan sifat dan tingkah laku orang-orang munafik di pihak lain. Rasul dan orang-orang mukmin, senang dan gembira berjihad dan berperang dengan harta dan diri mereka untuk membela dan meninggikan kalimah Allah serta untuk menyiarkan agama-Nya di permukaan bumi ini. Mereka lebih mencintai Allah daripada mencintai harta kekayaan dan diri mereka sendiri. Keyakinan mereka kalau hidup hendaknya hidup mulia dan terhormat dan kalau mati, hendaknya mati syahid di medan perang. Di dalam hati orang-orang mukmin tidak akan ditemui sifat malas, enggan berperang dan bakhil memberikan harta kekayaan dalam berjihad fī sabīlillāh.

Mereka percaya bahwa berjihad fī sabīlillāh itu akan mendatangkan kebaikan yang banyak kepada mereka dan umat Islam. Kebaikan-kebaikan yang banyak itu adalah berupa kemenangan, tingginya kalimah Allah, tegaknya keadilan dan kebenaran, di samping mendapatkan harta rampasan, dan luasnya kekuasaan Islam di permukaan bumi. Juga mereka percaya, bahwa mereka akan mendapat kabahagiaan di dunia dan di akhirat. Di dunia menjadi orang yang mulia dan terhormat, sedang di akhirat mendapat balasan surga Jannatunna’im, yang penuh dengan kesenangan dan kenikmatan yang abadi. Di dalamnya mengalir sungai-sungai yang menyejukkan. Kesenangan dan kebahagiaan yang berlimpah-limpah itu diberikan Allah kepada orang-orang mukmin.

Isi Kandungan Kosakata

Ṭubi’a طُبِعَ (at-Taubah/9: 87)

Ṭubi’a merupakan bentuk ṣigat majhūl (bentuk pasif) dari ṭaba’a. Ṭubi’a berarti telah terkunci. Akar kata dari (ط – ب – ع) berarti batas akhir dari sesuatu untuk kemudian di cap/stempel. Dari pengertian ini muncul arti kata mengunci mati. Ṭubi’a dalam ayat ini bermakna bahwa hati orang-orang yang tidak turut berperang (berjihad) bersama Rasulullah saw guna memerangi musuh Islam itu telah terkunci mati, sehingga mereka tidak menyadari adanya kebahagiaan berjihad fī sabīlillah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto