Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 4 - Surat At-Taubah (Pengampunan)
التّوبة
Ayat 4 / 129 •  Surat 9 / 114 •  Halaman 187 •  Quarter Hizb 19.5 •  Juz 10 •  Manzil 2 • Madaniyah

اِلَّا الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوْكُمْ شَيْـًٔا وَّلَمْ يُظَاهِرُوْا عَلَيْكُمْ اَحَدًا فَاَتِمُّوْٓا اِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ اِلٰى مُدَّتِهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ

Illal-lażīna ‘āhattum minal-musyrikīna ṡumma lam yanquṣūkum syai'aw wa lam yuẓāhirū ‘alaikum aḥadan fa atimmū ilaihim ‘ahdahum ilā muddatihim, innallāha yuḥibbul-muttaqīn(a).

(Ketetapan itu berlaku,) kecuali atas orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian dengan kamu dan mereka sedikit pun tidak mengurangi (isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seseorang pun yang memusuhi kamu. Maka, terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

Makna Surat At-Taubah Ayat 4
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kecuali orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian damai dengan kalian dan mereka sedikit pun tidak mengurangi atau merusak isi perjanjian dan tidak pula mereka membantu seorang pun yang memusuhi kalian, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya, kecuali mereka merusak perjanjian tersebut. Sebab, yang demikian itu merupakan ciri ketakwaan; dan sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa yang memenuhi janji. Ayat ini menunjukkan dua hal penting, yaitu penghormatan Islam kepada kafir mu'ahad (nonmuslim yang melakukan perjanjian damai dengan umat Islam); dan bahwa memenuhi janji dan kesepakatan merupakan pilar penting ketakwaan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa waktu yang diberikan kaum Muslimin kepada kaum musyrikin untuk menentukan sikap, tidak boleh lebih dari empat bulan, kecuali terhadap mereka yang mengadakan perjanjian dengan kaum Muslimin, dan terhadap mereka yang tidak mengurangi isi perjanjian itu dan tidak membantu orang-orang yang memusuhi kaum Muslimin, maka perjanjian itu harus dipelihara dan disempurnakan sesuai dengan isinya sampai kepada batas waktunya. Ibnu Abi Ḥātim meriwayatkan bahwa Nabi menyempurnakan janjinya dengan suku Bani Ḍamrah dan Bani Kinānah.

Ayat-ayat ini dan ayat-ayat yang lainnya menunjukkan bahwa setiap perjanjian yang masih berlaku, wajib dipenuhi dan disempurnakan sesuai dengan syarat-syarat perjanjian itu, walaupun perjanjian itu dengan kaum musyrikin, selama mereka masih memenuhi semua syarat-syarat perjanjian itu.

Akhir ayat ini menerangkan bahwa Allah swt menyukai orang-orang yang bertakwa. Hal ini menunjukkan bahwa memelihara dan menyempurnakan janji termasuk takwa. Karena memelihara perjanjian artinya memelihara pertanggungjawaban terhadap keadilan antara manusia yang membawa kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Isi Kandungan Kosakata

Ażān أَذَان (at-Taubah/9: 3)

Lafal ażān adalah bentuk maṣdar (verbal noun) dari fi’il ażina-ya’żanu-iżnan, ażanan, ażānan, iżanatan, artinya mengetahui, mengizinkan, atau memperbolehkan. Tetapi lafal ażān mempunyai arti khusus yaitu maklumat atau pemberitahuan, seperti pemberitahuan telah masuknya salat. Dalam ayat 3 ini, ażān berarti maklumat atau pemberitahuan dari Allah dan Rasul-Nya kepada seluruh umat manusia pada waktu haji akbar, bahwa Allah dan Rasul-Nya tidak bertanggung jawab jika masih ada orang yang musyrik yang menyekutukan Allah dengan sesuatu. Orang-orang musyrik sebaiknya bertobat dan mengikuti ajaran agama Islam sebagai agama tauhid yang mengesakan Tuhan, tidak ada tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa. Jika tidak mau bertobat, maka dosanya menjadi tanggung jawab masing-masing, yaitu barang siapa meninggal dunia dalam keadaan musyrik akan masuk neraka dan kekal selama-lamanya di dalamnya. Adanya orang-orang musyrik tidak akan melemahkan perjuangan Islam.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto