اِنَّ اللّٰهَ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۗ وَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
Innallāha lahū mulkus-samāwāti wal-arḍ(i), yuḥyī wa yumīt(u), wa mā lakum min dūnillāhi miw waliyyiw wa lā naṣīr(in).
Sesungguhnya hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.
Sesungguhnya Allah memiliki kekuasaan di langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dia yang menciptakan, menghidupkan, memelihara dan mematikan bila ajalnya sudah sampai. Tidak ada pelindung yang menghindarkan mudarat dan penolong yang mendatangkan manfaat bagimu selain Allah.
Allah menjelaskan bahwa Dialah yang memiliki kekuasaan, baik di langit maupun di bumi. Dialah yang menguasai semua yang ada di alam ini. Dia pulalah yang mematikan hamba-Nya bila ajalnya sudah sampai. Dan Sunnah-Nyalah yang berlaku di alam semesta ini. Tidak ada yang mengurus dan menguasai kepentingan orang-orang mukmin, dan tidak ada pula yang akan menolong mereka terhadap musuh, kecuali Allah swt.
Oleh sebab itu, orang-orang mukmin tidak boleh menyimpang dari ketentuan Allah, terutama mengenai larangan-Nya untuk memohonkan ampun bagi orang musyrik, walaupun ia termasuk kaum kerabat yang patut diurus dan ditolong. Demikian pula dalam ketentuan-ketentuan yang lain, baik berupa larangan, maupun perintah-perintah-Nya.
Sā’at al-’usrahسَاعَةُ الْعُسْرَة (at-Taubah/9: 117)
Kata tersebut merupakan muḍaf-muḍaf ilaih, terdiri dari dua kata, yaitu kata sā’at yang di-iḍafat-kan (disandarkan) pada kata al-’usrati. Ungkapan itu berarti “masa kesulitan.” Kata sā’at biasanya digunakan untuk menunjuk rentang waktu yang tidak lama dan tidak berlarut-larut, sehingga dengan ungkapan sā’at al-’usrah dalam ayat ini dapat dipahami bahwa kesulitan atau penderitaan yang dialami Nabi Muhammad, kaum Muhajirin, dan kaum Ansor, sejak menjelang peristiwa hijrah sampai terbentuknya kekuatan kaum Muslimin di Medinah, berlangsung dalam waktu yang tidak berlarut-larut. Segera setelah Nabi Muhammad memperoleh pengikut dan dukungan yang luas, masa kesulitan yang dialami mereka berakhir dengan kemudahan-kemudahan dan kemenangan.
















































