Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 18 - Surat Az-Zukhruf (Perhiasan dari Emas)
الزّخرف
Ayat 18 / 89 •  Surat 43 / 114 •  Halaman 490 •  Quarter Hizb 49.75 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

اَوَمَنْ يُّنَشَّؤُا فِى الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِى الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِيْنٍ

Awamay yunasysya'u fil-ḥilyati wa huwa fil-khiṣāmi gairu mubīn(in).

Apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang tumbuh dan berkembang (dengan tabiat) selalu berhias diri, sedangkan dia tidak mampu memberi alasan yang tegas dan jelas dalam pertengkaran.677)

Makna Surat Az-Zukhruf Ayat 18
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Lalu Allah mengecam mereka dengan mengatakan bahwa apakah orang, yakni wanita-wanita yang dibesarkan dalam perhiasan, patut dijadikan sebagai anak Allah sedang dia tidak mampu memberi alasan atau penjelasan yang tegas dan jelas dalam pertengkaran.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah membantah anggapan kaum musyrik bahwa Allah mempunyai anak perempuan sedangkan mereka mempunyai anak laki-laki. Bantahan itu ialah: Apakah orang yang dilahirkan dan dibesarkan untuk berhias dan bila ia dalam bertukar pikiran dan berdiskusi tidak sanggup mengemukakan hujjah atau alasan yang kuat, karena dia lebih terpengaruh oleh perasaan daripada mempergunakan akal dan pikiran, adakah orang seperti ini patut dianggap anak Tuhan?

Isi Kandungan Kosakata

Al-Ḥilyah الْحِلْيَةُ (az-Zukhruf/43: 18)

Kata al-ḥilyah berasal dari kata kerja ḥalā-yaḥli, yang artinya menghiasi. Ḥalyan yang merupakan bentuk maṣdar (kata benda) dapat diartikan sebagai perhiasan. Dari kata ini muncul kata al-ḥilyatu yang artinya perhiasan yang dipakai perempuan yang terbuat dari logam (emas, perak, platina, dan lainnya) atau bebatuan, seperti permata, berlian, safir, dan lainnya. Kata al-ḥilyatu juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang ditampakkan dari segi warna, bentuk luarnya, atau geraknya.

Pada ayat ini, al-ḥilyah diartikan sebagai perhiasan yang tujuannya untuk mengungkapkan bahwa jenis manusia yang senang berhias, yaitu kaum perempuan, tidak layak untuk dikatakan sebagai anak Allah. Apalagi kebanyakan kaum ini lebih sering mengikuti penilaian perasaan ketimbang akal mereka. Keadaan ini tentu kadang-kadang berujung pada pertimbangan yang tidak akurat. Lebih dari itu, baik lelaki maupun perempuan dari jenis makhluk memang bukan anak Allah swt. Karena Dia adalah zat yang tidak beranak dan tidak diperanakkan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto