Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Album • 1 tahun lalu
Album Artwork
A Rush of Blood to the Head
Coldplay
Permanent Wave, Pop
11 Lagu • 2002
Tentang
"A Rush of Blood to the Head," album kedua Coldplay yang dirilis pada 27 Agustus 2002, menggabungkan elemen permanent wave dan pop. Melalui lirik yang mendalam, album ini mengeksplorasi tema kehilangan, harapan, dan perjalanan emosional dalam hubungan. Setiap lagu menyoroti kerinduan dan pencarian makna di tengah ketidakpastian hidup, menciptakan pengalaman mendengarkan yang kuat dan reflektif.
Tracklist
© 2002 Parlophone Records Limited
Review Album

A Rush of Blood to the Head adalah album kedua dari band asal Inggris, Coldplay, yang dirilis pada tanggal 27 Agustus 2002. Diproduksi oleh Parlophone Records Limited, album ini mencerminkan berbagai tema emosional yang mendalam dan kompleks, menjadikannya salah satu karya terbaik dalam perjalanan karir band ini. Dengan kombinasi genre seperti permanent wave dan pop, Coldplay berhasil menyentuh hati pendengar di seluruh dunia.

Tracklist dan Penjelasan Setiap Lagu

  • 1. Politik
    Lagu ini mengajak pendengarnya untuk merenungan, dengan lirik yang menyentuh pentingnya kejujuran dan perhatian terhadap orang lain. Pesan utama lagunya adalah pentingnya memahami berbagai perspektif dalam mencapai kedamaian di tengah kekacauan dunia.
  • 2. In My Place
    Menggambarkan rasa kehilangan dan penyesalan, lagu ini melukiskan kerinduan akan seseorang serta keinginan untuk mendapatkan kesempatan kedua. Liriknya penuh dengan kecemasan dan harapan.
  • 3. God Put a Smile upon Your Face
    Menceritakan perjalanan hidup yang penuh ketidakpastian, liriknya mengajak pendengar untuk tetap positif meski di tengah kesulitan. Ini adalah refleksi tentang pencarian jati diri.
  • 4. The Scientist
    Lagu ini menggambarkan perjalanan emosional yang penuh kesedihan dalam sebuah hubungan. Penyanyi mengekspresikan penyesalan dan kerinduan untuk kembali ke masa-masa sederhana.
  • 5. Clocks
    Diisi dengan simbolisme rumah sebagai tempat aman, lagu ini menyoroti kerinduan akan pemulihan dan makna, sambil mempertanyakan diri sebagai solusi atau penyebab masalah yang dihadapi.
  • 6. Daylight
    Memancarkan harapan, lagu ini menggambarkan perjalanan dari kegelapan menuju cahaya, menekankan pentingnya kehadiran cahaya dalam hidup secara kiasan maupun harfiah.
  • 7. Green Eyes
    Menggambarkan cinta yang dalam, liriknya menunjukkan bagaimana keberadaan seseorang dapat memberi makna dan kekuatan hidup. Ini adalah ungkapan cinta dan ketergantungan emosional.
  • 8. Warning Sign
    Menceritakan kerinduan mendalam setelah kehilangan, liriknya adalah refleksi tentang penyesalan dan keinginan untuk memperbaiki kesalahan dalam hubungan.
  • 9. A Whisper
    Lagu ini menggambarkan kehilangan dengan suara jam yang berdetak, melambangkan waktu yang terus berlalu dan harapan untuk terhubung kembali meskipun ada ketidakpastian.
  • 10. A Rush of Blood to the Head
    Menggambarkan perjuangan emosional dalam hubungan yang sulit, lirik ini mencerminkan keinginan untuk memulai kembali dan penyesalan atas kesalahan masa lalu.
  • 11. Amsterdam
    Lagu ini menyoroti perasaan terjebak dan kehilangan harapan. Meskipun ada keinginan untuk keluar, ada sosok yang datang untuk memberikan harapan baru.

Kesimpulan

A Rush of Blood to the Head tidak hanya sekadar album, tetapi sebuah perjalanan emosional yang menggugah hati. Setiap lagu di dalamnya mengandung cerita dan refleksi yang mendalam, menciptakan koneksi yang kuat dengan pendengarnya. Lirik-liriknya yang puitis serta melodi yang memukau menjadikan album ini sebagai salah satu yang paling diingat dalam sejarah musik. Coldplay berhasil menempatkan diri sebagai salah satu band paling berpengaruh melalui karya ini, tetap relevan hingga hari ini.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto