اِنْ اَنْتَ اِلَّا نَذِيْرٌ
In anta illā nażīr(un).
Engkau tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan.
Engkau tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan kepada manusia agar beriman kepada Allah dan tidak mendurhakai-Nya supaya terhindar dari siksa neraka.
Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa tugas Nabi Muhammad hanyalah memberi peringatan kepada manusia yang belum mendapat petunjuk. Ia tidak dibebani perintah untuk memaksa mereka menerima petunjuk dan agama yang dibawanya, karena petunjuk itu adalah sepenuhnya berada di tangan Allah. Oleh karena itu, tidak pada tempatnya Nabi Muhammad bersedih hati dan merasa kecewa kalau mereka itu belum mau menyambut baik seruannya. Tugas ini ditegaskan oleh Nabi Muhammad sebagaimana firman Allah:
قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ مُنْذِرٌ ۖ
Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan,” (Ṣād/38: 65)
Dan firman-Nya:
اِنْ يُّوْحٰىٓ اِلَيَّ اِلَّآ اَنَّمَآ اَنَا۠ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ ٧٠ (ص)
Yang diwahyukan kepadaku, bahwa aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.” (Ṣād/38: 70)
1. Aẓ-Ẓill اَلظِّلُّ (Fāṭir/35: 21)
Kata aẓ-Ẓill berarti naungan. Kata ini dan kata lain turunannya dalam Al-Qur’an disebut 33 kali tersebar dalam 23 surah. Kata aẓ-ẓill jamaknya adalah ẓilāl dan aẓlāl. Makna kata aẓ-ẓill dalam Surah Fāṭir ayat 21 adalah naungan. Maksudnya bahwa keimanan menghasilkan kenyamanan dan ketenangan bagaikan seorang yang berada di bawah naungan yang teduh.
2. Al-Ḥarūr اَلْحَرُوْر (Fāṭir/35: 21)
Kata al-ḥarūr berarti terik matahari, atau angin panas. Kata al-ḥarūr hanya sekali disebutkan dalam Al-Qur’an. Makna al-ḥarūr dalam Surah Fāṭir ayat 21 adalah terik matahari atau angin panas yang berhembus di siang atau malam hari. Maksudnya, bahwa kekufuran adalah rasa gerah dan panas yang mengakibatkan kegelisahan hidup.

















































