Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 24 - Surat Fuṣṣilat (Dijelaskan)
فصّلت
Ayat 24 / 54 •  Surat 41 / 114 •  Halaman 479 •  Quarter Hizb 48.5 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

فَاِنْ يَّصْبِرُوْا فَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ ۚوَاِنْ يَّسْتَعْتِبُوْا فَمَا هُمْ مِّنَ الْمُعْتَبِيْنَ

Fa iy yaṣbirū fan-nāru maṡwal lahum, wa iy yasta‘tibū famā hum minal-mu‘tabīn(a).

Jika mereka bersabar (atas azab neraka), nerakalah tempat tinggal mereka dan jika mereka meminta belas kasihan, maka mereka bukanlah orang yang pantas dikasihani.

Makna Surat Fussilat Ayat 24
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Agar terasa betapa besar murka Allah terhadap musuh-musuh-Nya itu, maka pembicaraan tidak ditujukan kepada mereka, karena mereka tidak layak lagi untuk diajak bicara, tetapi dikatakan bahwa meskipun mereka bersabar atau menahan rasa pedih atas azab neraka, maka memang yang pantas nerakalah yang menjadi tempat tinggal mereka, dan jika mereka minta belas kasihan agar diampuni dan diringankan siksanya, maka mereka itu tidak termasuk orang yang pantas dikasihani untuk diberi ampunan dan keringanan siksa.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menerangkan keadaan orang-orang yang berburuk sangka terhadap Allah, yaitu mereka akan dimasukkan ke dalam neraka. Semuanya dimasukkan ke dalam neraka tidak ada kecualinya dan neraka inilah tempat kembali mereka.

Seandainya di antara mereka ada yang minta ditangguhkan azab atau minta ampun kepada Allah dan bersedia kembali ke dunia seandainya Allah memberi mereka kesempatan, maka semuanya tidak akan dikabulkan. Permohonan mereka tidak mungkin dikabulkan karena mereka telah meninggalkan dunia. Tempat beramal dan dunia itu pun telah hancur, sedang akhirat bukanlah tempat beramal, tetapi tempat menerima hasil amal seseorang semasa hidup di dunia.

Isi Kandungan Kosakata

1. Anṭaqanā اَنْطَقَنَا (Fuṣṣilat/41: 21)

Anṭaqa berasal dari an-nuṭq yang artinya bersuara. Sedangkan anṭaqa artinya membuat sesuatu berbicara. Kata an-nuṭq hanya digunakan untuk manusia, tetapi dalam ayat ini digambarkan kulit dapat menyampaikan kesaksian yang bisa berarti makna kecaman. Kulit disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai saksi selain tangan dan kaki karena kulit mewakili seluruh jasmani manusia. Sehingga jika manusia dimasukkan ke dalam api neraka, kulitlah yang tersiksa karena kulit memiliki indra perasa. Dalam Surah al-Mā'idah/5 ayat 56 disebutkan bagaimana Allah memperbaharui kulit orang-orang yang durhaka ketika kulit mereka sudah habis terbakar agar si pemilik kulit terus merasakan pedihnya siksaan.

2. Ardākum اَرْدَاكُمْ (Fuṣṣilat/41: 23)

Asal katanya adalah arrada yang artinya kebinasaan. Yang dimaksud dengan kata ardākum dalam ayat di atas adalah mengakibatkan mereka berada dalam keadaan atau kondisi yang sangat buruk, tidak berdaya seperti orang yang sudah mati.

3. Al-Mu‘tabīn الْمُعْتَبِيْن َ (Fuṣṣilat/41: 24)

Al-Mu‘tabīn berasal dari kata al-‘itb yang bermakna kecaman, ungkapan ketidaksenangan, keluhan atas kesalahan orang lain, dan lain-lain. Dari kata ini, lahir kata ‘ātaba yang menggambarkan upaya seseorang menyampaikan kesalahan temannya, namun ia menunjukkan kesediaan untuk memaafkan-nya. Al-Mu‘tabīn berarti orang-orang yang tidak diterima Allah keluhan-keluhannya atau kecaman-kecamannya agar mereka dimaafkan Allah. Ayat ini menginformasikan bahwa orang-orang yang durhaka tersebut tidak bisa diterima keluhan-keluhannya dengan tujuan untuk dimaafkan kesalahan-kesalahannya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto