مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖ ۙوَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَا ۗوَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ ۔
Man ‘amila ṣāliḥan fa linafsih(ī), wa man asā'a fa ‘alaihā, wa mā rabbuka biẓallāmil lil-‘abīd(i).
Siapa yang mengerjakan kebajikan, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan siapa yang berbuat jahat, maka (akibatnya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba(-Nya).
Oleh sebab itu, sadarilah apa yang telah diajarkan oleh Al-Qur’an itu bahwa barang siapa mengerjakan kebajikan maka pahalanya untuk dirinya sendiri, dan barang siapa berbuat jahat maka dosanya menjadi tanggungan dirinya sendiri, bukan dibebankan kepada orang lain. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya yang durhaka itu.
Pada akhir ayat surah ini, Allah menerangkan balasan yang akan diberikan terhadap perbuatan-perbuatan yang dilakukan manusia. Barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dalam kehidupan dunia ini, melaksanakan perintah-perintah-Nya, dan menghentikan larangan-larangan-Nya, berarti ia telah berusaha berbuat kebaikan untuk dirinya sendiri dengan memperoleh pahala yang besar. Barang siapa yang ingkar kepada Allah berarti ia telah berusaha berbuat keburukan untuk dirinya dengan memperoleh siksa yang sangat pedih di akhirat nanti. Seseorang dihukum sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukannya, mustahil Allah mengazab seseorang karena perbuatan orang lain.
Allah berfirman:
وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۚ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم ْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan. (al-An‘ām/6: 164)
1. A‘jamiyy اَعْجَمِيٌّ (Fuṣṣilat/41: 44)
A‘jamiyy dari kata a‘jam. Akar kata yang terdiri dari (‘ain-jim-mim) mempunyai beberapa arti dasar antara lain adalah : diam (ṣamt, sukūt), keras (ṣalābah, syirdah), menggigit (‘aḍḍ) . Seorang yang tidak mau berkata dan memperlihatkan siapa dirinya disebut dengan a‘jam. Begitu juga dengan anak kecil yang belum bisa berbicara. Al-‘Ujmah artinya samar, tidak jelas, lawan dari al-ibānah (memperlihatkan, menjelaskan). Binatang ternak disebut juga ‘ajmā‘ karena dia tidak bisa berkata yang bisa memperlihatkan siapa dirinya. Orang a‘jam adalah orang yang bukan Arab, disebut demikian karena mereka jika berkata, perkataannya tidak bisa dipahami oleh orang Arab.
2. ‘Arabiyy عَرَبِيٌّ (Fuṣṣilat/41: 44)
‘Arabiy adalah nisbat kepada Arab. Bisa juga diartikan dengan orang yang bisa menjelaskan kepada orang lain.

