Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Al-Quran
Ayat 30 - Surat Hūd (Hud)
هود
Ayat 30 / 123 •  Surat 11 / 114 •  Halaman 225 •  Quarter Hizb 23.25 •  Juz 12 •  Manzil 3 • Makkiyah

وَيٰقَوْمِ مَنْ يَّنْصُرُنِيْ مِنَ اللّٰهِ اِنْ طَرَدْتُّهُمْ ۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ

Wa yā qaumi may yanṣurunī minallāhi in ṭarattuhum, afalā tażakkarūn(a).

Wahai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka (orang-orang yang beriman itu)? Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?

Makna Surat Hud Ayat 30
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Nabi Nuh pun berkata kepada mereka, “Wahai kaumku! Siapakah yang akan menolongku dari azab Allah jika aku mengusir mereka dari kampung halaman ini karena alasan mereka bukan orang terpandang lagi berharta, padahal mereka lebih berhak dihormati karena mereka telah beriman kepada Allah. Tidakkah kamu mengambil pelajaran tentang kebenaran ajaran yang aku bawa?”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan tentang ketegasan Nabi Nuh yang berseru kepada kaumnya yang menginginkan agar Nabi Nuh mengusir para pengikutnya yang beriman, “Wahai kaumku, tidak ada seorang pun yang dapat menolak siksaan Allah, jika aku mengusir mereka yang telah beriman dan mengikuti seruanku, karena hal itu termasuk suatu kezaliman yang berat sekali, yang pasti akan dibalas dengan azab yang berat pula. Apakah kamu tidak sadar dan mengambil pelajaran? Mereka itu mempunyai Tuhan yang pasti akan menolongnya, dan yang mengusir mereka pasti akan binasa.” Permintaan pengusiran para pengikut yang telah beriman tidak hanya diterima atau dialami oleh Nabi Nuh, tetapi juga oleh nabi-nabi lain, tidak terkecuali Nabi Muhammad saw.

Isi Kandungan Kosakata

Tażakkarūn تَذَكَّرُوْن (Hūd/11: 30)

Berasal dari kata żikr yaitu suatu keadaan jiwa dimana manusia menyadari pengetahuan yang ia kuasai. Kesadaran itu dua macam: kesadaran di dalam hati yang diterjemahkan menjadi “ingat”. Dan kesadaran itu menjadi ucapan, yang berarti “menyebut”.

Semua kata żikr dalam Al-Qur’an berarti “menyebut”, misalnya, “Sungguh telah Kami turunkan kepada kalian sebuah Kitab yang di dalamnya ada penyebutan tentang kalian,” (al-Anbiya’/21: 10). Sedangkan kata tażakkara lebih ditekankan pada aspek “ingat”, yaitu tetap menyimpannya dalam kesadaran, seperti dalam Hūd/11: 30.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto