الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَيَبْغُوْنَهَا عِوَجًاۗ وَهُمْ بِالْاٰخِرَةِ هُمْ كفِٰرُوْنَ
Al-lażīna yaṣuddūna ‘an sabīlillāhi wa yabgūnahā ‘iwajā(n), wa hum bil-ākhirati hum kāfirūn(a).
(Yaitu) mereka yang menghalang-halangi dari jalan Allah dan menghendaki agar jalan itu bengkok.354) Mereka itulah orang-orang yang kufur terhadap hari akhir.
Termasuk orang zalim juga adalah mereka yang menghalangi manusia dari hidayah Allah serta merintangi mereka dari jalan menuju Allah. Dan mereka ingin menyelewengkan jalan-Nya serta menghendaki agar jalan menuju kebenaran itu bengkok sehingga orang lain mengingkari agama yang benar. Dan mereka itulah orang yang tidak percaya adanya hari akhirat, hari dibangkitkannya manusia dari kubur untuk mempertangungjawabkan amal perbuatan mereka di dunia. Orang-orang yang berusaha menghalangi dari jalan Allah akan dilipatgandakan siksaannya di akhirat (Lihat: Surah an-Nahl/16: 88).
Kemudian Allah swt menjelaskan bahwa sesungguhnya orang-orang yang zalim itu ialah yang menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan memalingkan mereka dari agama yang benar dan jalan yang lurus. Mereka berusaha menyesatkan manusia dengan cara mengajak mereka kepada agama yang menyimpang agar mereka lari menjauhkan diri dari agama yang benar. Mereka sengaja berbuat demikian, karena pada dasarnya mereka tidak percaya pada hari akhirat.
Allah berfirman:
اَلَّذِي ْنَ كَفَرُوْا وَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ زِدْنٰهُمْ عَذَابًا فَوْقَ الْعَذَابِ بِمَا كَانُوْا يُفْسِدُوْنَ ٨٨ (النحل)
Orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan demi siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan. (an-Naḥl/16: 88)
La’nah لَعْنَة (Hūd/11: 18)
Terambil dari kata la’n yang berarti “terusir dan tersisihkan karena dimurkai” Allah. Laknat di dunia dalam bentuk tidak memperoleh kasih Allah dan di akhirat dalam bentuk hukuman di neraka, misalnya, la’nah Allah ‘alaẓ-ẓālimīn (laknat Allah atas orang yang zalim) (Hūd/11: 18). Bila ucapan laknat itu dari manusia, artinya adalah doa. Misalnya, wa yal’anuhum al-lā’inūn (para pelaknat melaknati mereka) (al-Baqarah/2: 159), yaitu mendoakan mereka agar mendapat kutukan dari Allah. Mereka adalah orang-orang di antara Ahl al-Kitab yang menyembunyikan kebenaran firman Allah yang ada pada mereka.















































