Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 87 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 87 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 311 •  Quarter Hizb 31.75 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

لَا يَمْلِكُوْنَ الشَّفَاعَةَ اِلَّا مَنِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمٰنِ عَهْدًا ۘ

Lā yamlikūnasy-syafā‘ata illā manittakhaża ‘indar-raḥmāni ‘ahdā(n).

Mereka tidak punya (hak mendapat atau memberi) syafaat (pertolongan), kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi (Allah) Yang Maha Pengasih.465)

Makna Surat Maryam Ayat 87
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Di akhirat mereka tidak berhak mendapat syafaat atau pertolongan dari siapa pun untuk selamat dari azab Allah, kecuali orang yang dengan sungguh-sungguh telah mengadakan perjanjian di sisi Allah Yang Maha Pengasih dengan cara bertobat dan menaati ajaran-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Orang kafir tidak akan memperoleh syafaat dari siapa pun untuk menolong mereka atau meringankan penderitaan yang mereka alami. Karena yang berhak menerima syafaat pada hari itu hanyalah orang-orang yang telah dijanjikan Allah akan mendapat syafaat yaitu orang-orang mukmin yang di masa hidupnya di dunia telah mempersiapkan diri untuk mendapat syafaat dengan amal ibadahnya dan perjuangannya menegakkan kalimah Allah. Syafaat pada hari itu hanya dimiliki oleh para nabi, ulama dan para syuhada sesuai dengan amal dan bakti mereka masing-masing. Di antara amal ibadat yang menjadikan seseorang berhak memperoleh syafaat itu ialah memelihara salat lima waktu dengan sebaik-baiknya.

قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ جَاءَ بِالصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَدْ حَافَظَ عَلَى وُضُوْئِهَا وَمَوَاقِيتِهَ ا وَرُكُوْعِهَا وَسُجُوْدِهَا لمَ يَنْتَقِصْ مِنْهَا شَيْئًا جَاءَ وَلَهُ عِنْدَ اللّٰهِ عَهْدٌ اَنْ لَايُعَذِّبَهُ ، وَمَنْ جَاءَ قَدْ اِنْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللّٰهِ عَهْدٌ اِنْ شَاءَ رَحِمَهُ وَاِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ. (رواه اَلطَّبَرَانِى فِى اْلاَوْسَطِ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ)

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang datang pada hari kiamat membawa salatnya yang lima waktu dengan sempurna yaitu disempurnakan wudunya dipeliharanya waktunya, ruku` dan sujudnya, tidak pernah ditinggalkannya barang sekalipun maka Allah berjanji tidak akan menyiksanya. Tetapi orang yang pernah meninggalkan salatnya, tidak akan memperoleh janji Allah itu. Terserahlah kepada Tuhan apakah Dia akan memberinya rahmat atau menimpakan azab kepadanya.”(Diriwayatkan oleh aṭ-Ṭabrāni dalam kitab “al-Ausaṭ” dari Abu Hurairah)

Isi Kandungan Kosakata

Ta’uzzuhum Azzā تَؤُزُّهُمْ أَزًّا (Maryam/19: 83)

Ta’uzzuhum azzā artinya (setan-setan itu) mendorong mereka (orang-orang kafir) dengan sungguh-sungguh (untuk terus berbuat maksiat). Ta’uzzuhun dan azzā adalah satu akar kata, yaitu dari fi’il azza ya’uzzu azzan. Bentuk kalimat ta’uzzuhum azzā adalah bentuk kalimat yang mempergunakan maf’ul muṭlaq yaitu menggunakan masdar dari fi’il tersebut sebagai maf’ul. Maf’ul muṭlaq mengandung tiga arti, yaitu (1) Menunjukkan macam atau bentuk perbuatan, (2) Menunjukkan kuantitas atau berapa kali, dan (3) Menunjukkan kualitas atau intensitas pekerjaan tersebut, atau sebagai ta’kid. Pada ayat 83 surah Maryam ini menunjukkan arti yang ketiga, yaitu Allah mengirim setan-setan kepada orang-orang kafir untuk mendorong dengan sungguh-sungguh, secara intensif supaya mereka berbuat kejahatan. Dorongan para setan terhadap orang-orang kafir memang sangat efektif sehingga kejahatan orang-orang kafir semakin menjadi-jadi makin meningkat secara drastis baik kualitas maupun kuantitas.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto