Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 64 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 64 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 309 •  Quarter Hizb 31.75 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَمَا نَتَنَزَّلُ اِلَّا بِاَمْرِ رَبِّكَۚ لَهٗ مَا بَيْنَ اَيْدِيْنَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذٰلِكَ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا ۚ

Wa mā natanazzalu illā bi'amri rabbik(a), lahū mā baina aidīnā wa mā khalfanā wa mā baina żālika wa mā kāna rabbuka nasiyyā(n).

Tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali atas perintah Tuhanmu. Milik-Nya segala yang ada di hadapan kita, di belakang kita, dan di antara keduanya. Tuhanmu sekali-kali bukan pelupa.

Makna Surat Maryam Ayat 64
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Keterangan tentang keadaan surga yang dijanjikan kepada hamba Allah yang bertakwa disusul dengan penjelasan bahwa turunnya Jibril merupakan kehendak dan perintah Allah. Ketika Rasulullah mengharapkan Jibril lebih sering datang, dia menjawab, “Wahai Nabi Muhammad, tidaklah kami, para malaikat, turun kecuali atas perintah Tuhanmu. Ketahuilah bahwa hanya milik-Nya segala yang ada di alam semesta, apa saja yang ada di hadapan kita, yang ada di belakang kita, dan segala yang ada di antara keduanya, dan ketahui pula bahwa Tuhanmu tidak pernah lupa sedikit pun.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Jibril menegaskan kepada Nabi Muhammad bahwa para malaikat tidak akan dapat turun membawa wahyu kepada rasul-rasul kecuali bila mereka telah mendapat perintah dari Allah sesuai dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya, sesuai dengan kepentingan hamba-Nya, baik mengenai urusan duniawi maupun mengenai urusan akhirat. Dialah yang memiliki semua yang ada di hadapan dan di belakang kita dan yang ada di antara keduanya, Dialah yang mengurus dan mengaturnya. Karena itu Dia pulalah yang lebih mengetahui tentang yang baik dan yang tidak baik bagi makhluk-Nya. Dialah yang menetapkan kapan para malaikat akan turun kepada rasul-Nya untuk membawa wahyu, dan untuk berapa lama Dia membiarkan malaikat tidak turun kepada mereka sesuai dengan ilmu dan kebijaksanaan-Nya. Jadi kalau malaikat terlambat menurunkan wahyu kepada Rasul, bukanlah itu karena Allah telah meninggalkan Rasul, murka atau Dia telah lupa kepadanya. Mustahil Allah bersifat lalai dan lupa.

Isi Kandungan Kosakata

Samiyyā سَمِيًّا (Maryam/19: 65)

Lafal سميّا berasal dari fi’il سما -يسمو -سموا artinya tinggi atau segala sesuatu yang di atas kita atau langit. Lafal السمى yaitu bentuk ṣifah musyabahah bi ism al-fa’il atau kata sifat yang berarti fa’il (orang atau benda yang melakukan pekerjaan) yang artinya sama dengan السامى (ism fa’il) yaitu yang tinggi atau yang luhur. Firman Allah dalam surah Maryam ayat 65 ini artinya, “Apakah engkau mengetahui ada sesuatu yang tinggi dan luhur menyamai Dia?” Bentuk kalimat tanya ini dalam Ilmu Balagah berarti ingkari yaitu tidak ada sesuatu pun yang tinggi dan luhur sama dengan Dia, sama dengan Allah. Allah adalah Tuhan Pencipta dan Pemilik langit dan bumi serta semua isinya, maka kita diperintahkan supaya selalu taat dan hanya beribadah kepada-Nya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto