Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 46 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 46 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 308 •  Quarter Hizb 31.5 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

قَالَ اَرَاغِبٌ اَنْتَ عَنْ اٰلِهَتِيْ يٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۚ لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهِ لَاَرْجُمَنَّكَ وَاهْجُرْنِيْ مَلِيًّا

Qāla arāgibun anta ‘an ālihatī yā ibrāhīm(u), la'illam tantahi la'arjumannaka wahjurnī maliyyā(n).

Dia (bapaknya) berkata, “Apakah kamu membenci tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim? Jika tidak berhenti (mencela tuhan yang kusembah), engkau pasti akan kurajam. Tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama.”

Makna Surat Maryam Ayat 46
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Peringatan Ibrahim yang disampaikan dengan lembut, santun, dan berkali-kali tetap tidak mampu menyadarkan ayahnya. Karena keyakinan salah itu sudah mendarah daging pada diri ayahnya, dia berkata dengan kesal, “Bencikah engkau kepada tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim, sehingga engkau terus mengajakku meninggalkan sesembahan itu dan memintaku beribadah hanya kepada Tuhan Yang Esa? Jika engkau tidak berhenti dari permintaanmu dan tetap mencela tuhanku, pasti engkau akan kurajam, kulempari dirimu dengan batu sampai mati. Bila engkau tidak ingin hal ini terjadi, maka tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama agar amarahku reda dan engkau tidak lagi mencela sesembahanku.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Bapak Nabi Ibrahim menolak ajakan anaknya yang diucapkan dengan nada lemah lembut itu dengan kata-kata yang keras dan tajam yang menampakkan keingkaran dan kemarahan yang amat sangat. Bapaknya berkata, “Apakah engkau membenci berhala-berhala yang aku sembah, yang aku muliakan dan yang aku agungkan hai Ibrahim? Apakah engkau tidak menyadari kesalahan pengertianmu? Bukankah berhala-berhala yang aku sembah itu sembahan semua kaummu? Bukankah tuhan-tuhan yang aku muliakan itu sembahan nenek moyangmu sejak dahulu kala? Apakah engkau telah gila atau kemasukan setan dengan dakwahmu bahwa engkau telah mendapat ilmu dari Tuhan sesungguhnya? Jika engkau tidak menghentikan seruanmu itu, aku akan melemparimu dengan batu sampai mati, atau pergilah engkau dari sisiku bahkan dari negeri ini dan tidak usah kembali lagi.” Mendengar bantahan dan jawaban yang amat keras itu hancur luluhlah hati Ibrahim karena dia sangat sayang dan santun kepada bapaknya dan sangat menginginkan agar dia bebas dari kesesatan menyembah berhala dan menerima petunjuk ke jalan yang benar, serta mau beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan Mahakuasa. Dia ingin agar dengan beriman itu bapaknya akan mendapat karunia dan rahmat dari Tuhannya. Tetapi apa yang akan dilakukan dan dikatakannya, sedang bapaknya sudah kalap dan mengusirnya dari rumah dan kampung halamannya bahkan tidak menginginkan kembalinya seakan-akan dia bukan anaknya lagi.

Isi Kandungan Kosakata

1. Maliyyā مَلِيًّا (Maryam/19: 46)

Maliyyā artinya waktu yang lama. Berasal dari fi’il ملا -يملو -ملوا yang berjalan cepat atau lari, sedangkan ملا yang bentuk jamanya أملاء berarti padang sahara atau tanah yang luas. الملي artinya masa yang lama. Pada ayat 46 surah Maryam ini diceritakan Azar, ayah Ibrahim berkata atau meminta kepada Ibrahim dengan ungkapan, wahjurnī maliyyā, artinya tinggalkan aku dengan berlari untuk waktu yang lama. Hal ini dapat dipahami karena posisi ayah Ibrahim yang berseberangan dengan Ibrahim sebagai Nabi dan utusan Allah yang mengajak kepada Tauhid, hanya menyembah Allah Yang Maha Esa, dan melarang penyembahan patung-patung dan berhala. Sedangkan ayah Ibrahim adalah pembuat patung. Azar ayah Ibrahim memperoleh banyak penghasilan dan dipandang terhormat oleh masyarakat.

2. Ḥafiyyā حَفِيًّا (Maryam/19: 47)

Lafal ḥafiyyā adalah bentuk ṣifah musyābahah bi ism al-fā`il (kata sifat yang menyerupai ism fa`il atau orang yang melakukan perbuatan). Berasal dari masdar الحفاوة artinya menyambut atau menghormati dengan ramah. Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa dengan berat hati Ibrahim memenuhi permintaan atau perintah ayahnya Azar yang berbeda pendirian untuk pergi jauh dan dalam waktu yang sangat lama, atau bahkan tidak kembali lagi, karena Ibrahim berkeyakinan seperti yang diucapkan kepada ayahnya: innahū kāna bī ḥafiyyā, artinya sungguh Allah sangat baik kepadaku, maksudnya Allah pasti menyambut dengan ramah dan menghormati sikap dan kepergiannya meninggalkan ayahnya untuk menuju tempat-tempat yang jauh untuk menyebarkan agama tauhid.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto