Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Al-Quran
Ayat 65 - Surat Ṣād (Ṣād )
صۤ
Ayat 65 / 88 •  Surat 38 / 114 •  Halaman 457 •  Quarter Hizb 46.5 •  Juz 23 •  Manzil 6 • Makkiyah

قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ مُنْذِرٌ ۖوَّمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّا اللّٰهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Qul innamā ana munżir(un), wa mā min ilāhin illallāhul-wāḥidul-qahhār(u).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan,

Makna Surat Sad Ayat 65
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sebetulnya para penghuni neraka itu di dunia dahulu telah menerima peringatan para rasul untuk mengesakan Allah dan menaati aturan-Nya. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad kepada kaum musyrik, “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan. Adalah tugasku untuk menyampaikan kepadamu ancaman-Nya yang pedih bagi orang-orang yang mengingkari-Nya. Karena itu, yakinilah bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Dialah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, Mahaperkasa sehingga dapat mengalahkan siapa pun yang menentang-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik Mekah bahwa dirinya adalah rasul Allah yang menyampaikan janji dan ancaman-Nya kepada manusia. Ancaman-Nya ialah azab pedih yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang menyalahi perintah-Nya sebagaimana yang telah ditimpakan kepada orang-orang sebelumnya, seperti kaum ‘Ad, Samud, dan sebagainya. Selanjutnya Rasulullah saw menyatakan bahwa dia hanya pemberi berita dan bukanlah tukang sihir sebagaimana yang mereka tuduhkan dan bukan pula orang pendusta. Ia bukanlah seorang yang berkuasa atas manusia, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:

فَذَكِّرْۗ اِنَّمَآ اَنْتَ مُذَكِّرٌۙ ٢١ لَّسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍۙ ٢٢

Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka. (al-Gāsyiyah/88: 21-22)

Allah menerangkan tugas seorang rasul dan batas-batas kemampuannya. Dia menerangkan ajaran yang harus disampaikan kepada orang-orang kafir yaitu: Tidak ada satu pun Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Naba' ‘Aẓīm نَبَؤٌا عَظِيْمٌ (Ṣād/38: 67)

Kata naba' berarti baik, atau tinggi dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Naba' juga dapat berarti bersuara pelan dan samar. Selanjutnya naba' juga diartikan sebagai berita penting, atau keterangan. Terdapat kaitan antara makna naba' sebagai berita dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, karena berita itu pada dasarnya berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Dari kata naba', muncul kata nabī yang berarti tempat yang tinggi, atau jalan yang terang. Oleh karena itu, utusan Allah yang membawa risalah dari Allah disebut nabi, karena mereka menerima pemberitaan dari tempat yang tinggi atau dari alam gaib, sebagai petunjuk kepada umat manusia kepada jalan yang terang. Para nabi menerima pemberitaan dari Allah melalui wahyu dengan cara yang hanya diketahui oleh nabi yang menerima wahyu tersebut. Naba' juga dapat berarti menyampaikan berita yang penting/ajaran agama. Penggunaan istilah naba' dalam Al-Qur’an pada umumnya menunjuk kepada pemberitaan yang sudah dijamin kebenarannya, bahkan juga sangat penting untuk diketahui. Dalam Al-Qur’an kata naba' disebut 29 kali, 17 kali dalam bentuk mufrad (tunggal) dan 12 kali dalam bentuk jamak.

Sedangkan kata ‘aẓīm berarti yang amat besar, dari fi‘il ‘aẓuma-ya‘ẓumu-‘i āman yang berarti besar.

Dengan demikian, maka makna naba' ‘aẓīm dalam ayat 67 Surah Ṣād adalah berita penting yang amat besar yang tidak dapat dituliskan dengan kata-kata.

2. Al-Mala' al-A‘lā الْمَلَأ اْلأَعْلَى (Ṣād/38: 69)

Kata al-mala' pada mulanya berarti kelompok yang menyatu pandangan-nya. Kata ini terambil dari kata mala'a dalam arti penuh. Para pemuka dinamai mala' karena mereka memenuhi mata dan hati masyarakat umum yang dipimpinnya, sebagai dampak kekuatan, pengaruh, atau penampilan mereka. Kata al-mala' jika ditambahkan dengan kata al-a‘lā berarti malaikat karena mereka berada di tempat yang paling tinggi yaitu di langit, atau dunia para malaikat. Kata al-a‘lā berbentuk isim tafḍīl berarti lebih tinggi, diambil dari fi‘il ‘alā atau ‘aliya yang berarti tinggi. Dengan demikian, maka makna al-mala' al-a‘lā dalam ayat 69 Surah Ṣād adalah Malaikat.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto