۞ وَهَلْ اَتٰىكَ نَبَؤُا الْخَصْمِۘ اِذْ تَسَوَّرُوا الْمِحْرَابَۙ
Wa hal atāka naba'ul-khaṣm(i), iż tasawwarul-miḥrāb(a).
Apakah telah sampai kepadamu (Nabi Muhammad) berita orang-orang yang berselisih ketika mereka memanjat dinding mihrab?
Dan apakah telah sampai kepadamu, wahai Nabi Muhammad, suatu berita tentang orang-orang yang berselisih saat Nabi Dawud sedang berada di tempat peribadatan, ketika mereka datang dengan cara memanjat dinding mihrab?
Allah menyebutkan salah satu peristiwa yang menarik di antara kisah Nabi Daud. Kisah ini dimulai dengan pertanyaan yang ditujukan kepada Rasulullah dan pengikut-pengikutnya, untuk menunjukkan bahwa kisah dimaksud benar-benar menarik perhatian dan patut diteladani. Kisah yang menarik itu ialah kisah orang-orang yang berperkara yang datang kepada Nabi Daud. Daud pada waktu itu berada di tempat peribadatannya. Nabi Daud pun terperanjat karena beliau menyangka mereka itu datang untuk memperdayainya. Nabi Daud menduga demikian, karena mereka datang dengan cara dan dalam waktu yang tak biasa. Pada saat itulah, mereka meminta kepada Daud agar tidak merasa takut. Selanjutnya mereka menjelaskan bahwa mereka mempunyai perkara yang harus diputuskan, dan meminta agar perkaranya diputuskan dengan keputusan yang adil, lagi tidak menyimpang dari kebenaran.
1. Ża al-Aid ذَا اْلاَيْدِ (Ṣād/38: 17)
Kata aid berasal dari kata āda yaīdu aidan yang berarti kekuatan baik secara fisik atau non fisik. At-Ta'yīd berarti menguatkan, dalam firman-Nya “Iż ayyadtuka bi rūḥ al-Quds. Pada ayat lain Allah berfirman: Wa as-samā’ banaināhā bi aidin. Rajul ayyid artinya lelaki yang sangat kuat. Iyād adalah sesuatu yang bisa menguatkan dan menjaga.
Pada ayat ini Allah menjelaskan tentang sifat salah satu nabi-Nya yaitu Daud. Nabi Daud dianugerahi Allah dengan kekuatan yang dimilikinya. Kekuatan di sini adalah kekuatan dalam menaati Allah dan kekuatan dalam memahami agama. Ketaatan kepada Allah dan pengetahuannya terhadap agama tergambar pada tindakannya yang selalu berjuang melaksanakan amanat, menyebarluaskan risalah tauhid tanpa menampakkan kelemahan sedikit pun. Beliau dikenal sebagai nabi yang kuat dalam beribadah, beliau senantiasa melaksanakan sehari berpuasa sehari berbuka, sehingga dikenal puasa selang sehari dengan puasa Nabi Daud. Beliau juga menggunakan sepertiga malam untuk salat Tahajud. Kekuatan ini juga diartikan dengan kekuatan secara fisik dan mental. Beliau tidak pernah lari bila bertemu musuh, ia diberikan mukjizat berupa kemampuan melunakkan besi (Saba'/34: 10-11). Ia juga memiliki kerajaan yang kuat, hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan permasalahan.
2. Na‘jah نَعْجَةٌ (Ṣād/38: 23)
Kata na‘jah memiliki arti kambing atau biri-biri betina, sapi liar atau kambing gunung, bentuk jamaknya adalah ni‘āj dan na‘ajāt. Bangsa Arab menyebut wanita dengan na‘jat dan syāt. Na‘ija ar-rajul artinya seseorang yang memakan daging kambing lalu merasa tidak enak perutnya. Imra‘at nā‘ijah artinya perempuan yang memiliki warna kulit putih mulus. An‘aja ar-rajul artinya orang itu menggemukkan kambingnya.










































