قُلْ هُوَ نَبَؤٌا عَظِيْمٌۙ
Qul huwa naba'un ‘aẓīm(un).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ia (Al-Qur’an) adalah berita besar.
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir, “Ajakanku mengesakan Allah dan peringatanku tentang siksa akhirat itu adalah berita besar
Nabi Muhammad diperintahkan untuk mengatakan kepada orang-orang musyrik bahwa berita tentang rasul atau utusan Allah yang memberi peringatan kepada manusia dan berita keesaan dan kekuasaan-Nya, adalah berita yang sangat besar faedahnya bagi seluruh manusia. Berita itu dapat menyelamatkan manusia dari kesesatan, dapat menunjukkan kepada manusia jalan yang lurus, jalan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mau mengerti bahkan mereka berpaling dari agama Allah.
1. Naba' ‘Aẓīm نَبَؤٌا عَظِيْمٌ (Ṣād/38: 67)
Kata naba' berarti baik, atau tinggi dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Naba' juga dapat berarti bersuara pelan dan samar. Selanjutnya naba' juga diartikan sebagai berita penting, atau keterangan. Terdapat kaitan antara makna naba' sebagai berita dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, karena berita itu pada dasarnya berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Dari kata naba', muncul kata nabī yang berarti tempat yang tinggi, atau jalan yang terang. Oleh karena itu, utusan Allah yang membawa risalah dari Allah disebut nabi, karena mereka menerima pemberitaan dari tempat yang tinggi atau dari alam gaib, sebagai petunjuk kepada umat manusia kepada jalan yang terang. Para nabi menerima pemberitaan dari Allah melalui wahyu dengan cara yang hanya diketahui oleh nabi yang menerima wahyu tersebut. Naba' juga dapat berarti menyampaikan berita yang penting/ajaran agama. Penggunaan istilah naba' dalam Al-Qur’an pada umumnya menunjuk kepada pemberitaan yang sudah dijamin kebenarannya, bahkan juga sangat penting untuk diketahui. Dalam Al-Qur’an kata naba' disebut 29 kali, 17 kali dalam bentuk mufrad (tunggal) dan 12 kali dalam bentuk jamak.
Sedangkan kata ‘aẓīm berarti yang amat besar, dari fi‘il ‘aẓuma-ya‘ẓumu-‘i āman yang berarti besar.
Dengan demikian, maka makna naba' ‘aẓīm dalam ayat 67 Surah Ṣād adalah berita penting yang amat besar yang tidak dapat dituliskan dengan kata-kata.
2. Al-Mala' al-A‘lā الْمَلَأ اْلأَعْلَى (Ṣād/38: 69)
Kata al-mala' pada mulanya berarti kelompok yang menyatu pandangan-nya. Kata ini terambil dari kata mala'a dalam arti penuh. Para pemuka dinamai mala' karena mereka memenuhi mata dan hati masyarakat umum yang dipimpinnya, sebagai dampak kekuatan, pengaruh, atau penampilan mereka. Kata al-mala' jika ditambahkan dengan kata al-a‘lā berarti malaikat karena mereka berada di tempat yang paling tinggi yaitu di langit, atau dunia para malaikat. Kata al-a‘lā berbentuk isim tafḍīl berarti lebih tinggi, diambil dari fi‘il ‘alā atau ‘aliya yang berarti tinggi. Dengan demikian, maka makna al-mala' al-a‘lā dalam ayat 69 Surah Ṣād adalah Malaikat.

















































