Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Al-Quran
Ayat 29 - Surat Ṣād (Ṣād )
صۤ
Ayat 29 / 88 •  Surat 38 / 114 •  Halaman 455 •  Quarter Hizb 46.25 •  Juz 23 •  Manzil 6 • Makkiyah

كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ

Kitābun anzalnāhu ilaika mubārakul liyaddabbarū āyātihī wa liyatażakkara ulul-albāb(i).

(Al-Qur’an ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu (Nabi Muhammad) yang penuh berkah supaya mereka menghayati ayat-ayatnya dan orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.

Makna Surat Sad Ayat 29
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Wahai Nabi Muhammad, sesungguhnya kitab Al-Qur’an yang telah Kami turunkan kepadamu adalah kitab yang penuh berkah. Kami menurunkannya agar mereka menghayati dan memahami ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat menggunakan akal budinya untuk mendapat pelajaran darinya dan mengamalkan kandungannya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menjelaskan bahwa Dia telah menurunkan Al-Qur’an kepada Rasulullah saw dan para pengikutnya. Al-Qur’an itu adalah kitab yang sempurna mengandung bimbingan yang sangat bermanfaat kepada umat manusia. Bimbingan itu menuntun manusia agar hidup sejahtera di dunia dan berbahagia di akhirat. Dengan merenungkan isinya, manusia akan menemukan cara-cara mengatur kemaslahatan hidup di dunia. Tamsil ibarat dan kisah dari umat terdahulu menjadi pelajaran dalam menempuh tujuan hidup mereka dan menjauhi rintangan dan hambatan yang menghalangi pencapaian tujuan hidup. Al-Qur’an itu diturunkan dengan maksud agar direnungkan kandungan isinya, kemudian dipahami dengan pengertian yang benar, lalu diamalkan sebagaimana mestinya. Pengertian yang benar diperoleh dengan jalan mengikuti petunjuk-petunjuk rasul, dengan dibantu ilmu pengetahuan yang dimiliki, baik yang berhubungan dengan bahasa ataupun perkembangan masyarakat. Begitu pula dalam mendalami petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam kitab itu, hendaknya dilandasi tuntunan rasul serta berusaha untuk menyemarakkan pengalamannya dengan ilmu pengetahuan hasil pengalaman dan pemikiran mereka.

Ḥasan al-Baṣrī menjelaskan pengertian ayat ini dengan mengatakan, “Banyak hamba Allah dan anak-anak yang tidak mengerti makna Al-Qur’an, walaupun telah membacanya di luar kepala. Mereka ini hafal betul hingga tak satu pun huruf yang ketinggalan. Namun mereka mengabaikan ketentuan-ketentuan Al-Qur’an itu hingga salah seorang di antara mereka mengatakan, “Demi Allah saya telah membaca Al-Qur’an, hingga tak satu huruf pun yang kulewatkan.” Sebenarnya orang yang seperti itu telah melewatkan Al-Qur’an seluruhnya, karena pengaruh Al-Qur’an tidak tampak pada dirinya, baik pada budi pekerti maupun pada perbuatannya. Demi Allah, apa gunanya ia menghafal setiap hurufnya, selama mereka mengabaikan ketentuan-ketentuan Allah. Mereka itu bukan ahli hikmah dan ahli pemberi pengajaran. Semoga Allah tidak memperbanyak jumlah orang yang seperti itu.”

Ibnu Mas‘ūd mengatakan:

كَانَ الرَّجُلُ فِيْنَا إِذَا تَعَلَّمَ عَشْرَ اَيَاتٍ مِنَ الْقُرْآنِ لمَ ْيَتَجَاوَزْهُ نَّ حَتَّى يَعْلَمَ مَا فِيْهَا وَيَعْلَمَ بِمَا فِيْهَا. (رواه أحمد)

Orang-orang di antara kami apabila belajar sepuluh ayat Al-Qur’an, mereka tidak pindah ke ayat lain, sampai memahami kandungan sepuluh ayat tersebut dan mengamalkan isinya.(Riwayat Aḥmad)

Isi Kandungan Kosakata

Al-Fujjār الْفُجَّار (Ṣād/38: 28)

Kata al-fujjār merupakan bentuk jamak dari al-fājir. Kata ini berasal dari fajara-yafjuru, yang artinya menyimpang, cenderung berdusta, berzina, melakukan maksiat, rusak, atau durhaka. Dengan demikian, fājir dapat diartikan sebagai yang menyimpang, yang memiliki kecenderungan berdusta, berzina, melakukan maksiat, yang rusak, atau yang durhaka. Dalam terminologi agama, fājir ini diartikan sebagai orang yang melakukan kemaksiatan atau kemungkaran, yang berarti bahwa ia telah melakukan kedurhakaan kepada Allah, karena tidak taat untuk melaksanakan perintah-Nya dan bahkan melakukan perbuatan yang dilarang-Nya. Oleh karena itulah, kata al-fujjār sering dihadapkan pada kata al-muttaqīn, yang menunjuk pada orang-orang yang selalu menjaga diri mereka dengan melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto